RADAR SURABAYA - Bus Trans Jogja bermesin diesel yang digunakan sebagai pengganti bus Trans Semanggi Suroboyo (TSS) listrik di Koridor 3L rute Purabaya-Kenpark via ITS, menyulitkan akses difabel dan pengguna kursi roda karena memiliki sasis high deck low entry.
Oleh karena itu, untuk mengatur sarana yang sudah ada dan tetap ramah difabel.
Menurut pakar transportasi Machsus Fawzi bus jenis ini memang menawarkan beberapa kesulitan dalam hal akses karena desainnya yang tidak sepenuhnya ramah untuk aksesibilitas universal.
Untuk mengatasi masalah ini dan menjadikan transportasi umum lebih inklusif, beberapa langkah dapat diambil.
yakni instalasi ramp atau lift dengan memasang ramp atau lift di halte-halte yang sering digunakan oleh penyandang disabilitas untuk memudahkan akses masuk ke bus.
"Perlu dilakukan pemasangan ramp atau lift di halte-halte yang disering digunakan difabel atau pengguna kursi roda untuk masuk ke bus," kata Machsus, Kamis (30/1).
Tak hanya itu menurutnya juga perlu pelatihan untuk operator dan pengemudi.
Dengan melatih kru bus tersebut dengan teknik membantu penyandang difabel.
"Termasuk penggunaan teknologi aksesibilitas yang tersedia," imbuhnya.
Melalui langkah-langkah ini, juga akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem transportasi publik.
Selain itu, Machsus juga mengaku perlu adanya reevaluasi desain bus.
"Ini untuk mempertimbangkan desain ulang atau pemilihan model bus baru yang lebih ramah disabilitas untuk pengadaan masa depan," harap pakar dari ITS ini.
Dengan begitu transportasi publik beroperasi dengan efektif dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih baik.
Sebelumnya pihak DAMRI selaku operator akan mengoperasikan bus konvensional sebagai pengganti bus listrik tersebut mulai Sabtu (18/1) .
Total bus TSS yang berhenti ada 14 unit hal itu dikarenakan belum adanya perpanjangan kontrak dengan PT INKA, penyedia dan pembuat unit bus listrik.
Bus listrik TSS merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang beroperasi dengan sistem Buy The Service (BTS). (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari