RADAR SURABAYA - Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, yang menghubungkan frontage UINSA dan Ubhara, kini telah tersambung. Proses pengerjaan masih berlangsung, namun sebagian besar konstruksi telah rampung.
Salah satu pekerja proyek, Sholeh menjelaskan, saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian tangga dan pemasangan kanopi di sisi barat JPO. "Tinggal tangga dan kanopi yang belum selesai," ujarnya, Senin (27/1).
Selain itu, di bawah tangga jembatan rencana juga akan dibuat halte untuk masyarakat yang hendak memanfatkan kendaraan umum.
Dari pantauan, halte tersebut juga masih proses pembangunan.
JPO yang dibangun oleh perusahaan advertising ini merupakan solusi atas permasalahan penyeberangan jalan di jalur yang lebar dan ramai tersebut.
Selama bertahun-tahun, sejak pembangunan frontage road, kawasan ini hanya memiliki JPO lama yang tidak terhubung dengan kedua sisi frontage, sehingga membahayakan pejalan kaki.
Kehadiran JPO baru ini disambut baik oleh warga sekitar. Seorang warga Krismar mengatakan, selama ini khawatir menyeberang, karena kendaraan di sini sering melaju kencang yang lewat di jalur kendaraan yang lebar ini.
"Dengan adanya JPO ini, merasa lebih aman dan nyaman," tuturnya.
Selama ini Krismar menyebrang hanya mengandalkan pedestarian crossing traffic light (PCTL) yang ada di jalur utama Ahmad Yani.
Hampir setiap hari pria yang bekerja menjadi karyawan ini selalu menggunakan kendaraan umum untuk berangkat bekerja.
Dia berharap JPO tersebut segera rampung agar bisa digunakan.
"Mudah-mudahan cepat selesai dan bisa digunakan," harapnya. Sebelumnya, pejalan kaki hanya mengandalkan zebra cross yang dilengkapi lampu merah, namun hal ini dinilai kurang efektif dan aman.
Kini, baik sisi barat maupun timur frontage road Jalan Ahmad Yani telah terhubung sepenuhnya dengan JPO, menyelesaikan masalah konektivitas yang telah berlangsung lama.
Dengan selesainya JPO ini, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari