Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hati-Hati! Penipuan Berkedok Aktivasi IKD di Surabaya

Dimas Mahendra • Rabu, 22 Januari 2025 | 18:43 WIB

 

Hati-hati penipuan berkedok aktivasi Identitas Kependudukan Digital.
Hati-hati penipuan berkedok aktivasi Identitas Kependudukan Digital.

RADAR SURABAYA - Fenomena aksi penipuan berkedok aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) tengah muncul di Surabaya.

Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah kota agar warganya tidak terjebak oleh tipu daya para penipu tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya Eddy Christijanto mengungkapkan, ada beberapa laporan dari masyarakat yang menanyakan mengenai aktivasi IKD ini.

Menurut dia, para penipu memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat pada layanan digital resmi pemerintah itu.

"Jadi, maka dari itu saya sampaikan, aktivasi IKD di Surabaya itu hanya bisa dilakukan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Siola. Lalu di kantor kelurahan dan kecamatan saja," kata Eddy, Rabu (22/1).

Dari laporan yang dia terima, Eddy melanjutkan, para penipu kerap kali menghubungi korbannya via aplikasi perpesanan WhatsApp (WA) dan telepon.

Padahal, menurut dia, aktivasi ini hanya bisa dilakukan jika yang bersangkutan datang ke kantor pelayanan.

Artinya, jika ada telepon atau pesan WhatsApp yang menyebut aktivasi IKD, hal tersebut sudah bisa dipastikan adalah penipuan.

"Iya aktivasi hanya bisa dilakukan dengan datang secara langsung, sebab waktu yang diberikan sekitar satu hingga lima detik untuk memindai barcode di SIAK Dukcapil pusat," ujarnya.

Biasanya, jika korban berhasil terpengaruhi pelaku penipuan, mereka akan dimintai Nomor Induk Kependudukan (NIK), foto Kartu Tanda Penduduk (KTP), atau kode OTP (One Time Password) dengan alasan verifikasi data.

"Penipu mengarahkan untuk masuk di aplikasi buatan sendiri, disitu biasanya ada tulisan APK yang bisa berpengaruh terhadap M-banking atau data penting lainnya yang tersimpan di handphone," tuturnya.

Oleh karena itu, Eddy mengimbau agar masyarakat waspada dan melaporkan kepada aparat penegak hukum, apabila menemui aksi penipuan serupa. Hal ini penting untuk mencegah potensi kerugian yang lebih luas.

"Harap berhati-hati, apalagi ada modus yang menawarkan hal mencurigakan. Terpenting jangan memberikan identitas pribadi kepada orang tidak dikenal," pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#ktp #Dispendukcapil Surabaya #Identitas Kependudukan Digital (IKD) #kantor kelurahan #penipuan