RADAR SURABAYA – Guna mendukung layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berkualitas, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Bunda PAUD Kota Surabaya menggelar rapat kerja untuk menyusun program kerja inovatif dan aplikatif.
Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memperkuat kebijakan pendidikan terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendiknas) Republik Indonesia.
Kebijakan tersebut mencakup pemenuhan wajib belajar 13 tahun, mempererat kemitraan antara PAUD dan keluarga, serta memastikan pendidikan inklusif bagi semua anak.
“Selanjutnya mewujudkan PAUD berkualitas terhadap empat elemen. Antara lain proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Kemitraan yang erat antara PAUD dan orang tua. Layanan yang memastikan pemenuhan kebutuhan esensial anak, termasuk kesehatan dan gizi, serta kepemimpinan yang kuat dan pengelolaan,” kata Rini.
Rini mengungkapkan, guna membangun generasi yang hebat, Kemendikdasmen telah meluncurkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Pertama adalah bangun pagi, berdoa, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan istirahat yang cukup.
“Kita menambahkan dua karakter, gotong royong dan berani sebagai ciri khas arek Suroboyo. Kebiasaan ini sangat sederhana, namun implementatif karena akan membentuk karakter anak-anak kita lebih siap di masa depan,” terang dia.
Oleh sebab itu, dia menyampaikan, program yang telah terlaksana dengan baik di tahun 2024 akan disempurnakan dan dilanjutkan di tahun 2025. "Sedangkan program di 2025 akan disesuaikan dengan pusat, kita juga melakukan inovasi. Kita rumuskan apa yang dibutuhkan anak-anak Surabaya," imbuhnya.
Bunda Rini menjelaskan, kegiatan ini sebagai upaya menghadirkan program-program unggulan yang inovatif dan berdampak positif bagi anak-anak Kota Surabaya.
Sebab, Bunda Paud memiliki peran strategis dalam mendukung pendidikan anak usia dini.
Karenanya, di tahun 2025, Pemkot Surabaya bersama Bunda Paud akan menghadirkan beberapa program baru untuk mendukung pembentukan karakter anak.
"Akan ada perlombaan untuk satuan pendidikan yang bisa memacu pada segi pembelajaran, SDM guru, dan anak-anak. Lalu kita memberikan pengenalan Bahasa Inggris bagi anak-anak PAUD, serta pengenalan Bahasa Daerah yang disesuaikan dengan masing-masing wilayah," pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari