RADAR SURABAYA - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur tengah melakukan persiapan ibadah haji tahun 2025.
Proses pendataan dan validasi data calon jemaah haji sedang berlangsung.
Salah satu tantangan terbesar adalah validasi data calon jemaah haji yang telah berpindah domisili.
Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar menjelaskan, validasi data sangat penting untuk memastikan akurasi data, terutama untuk paspor dan perekaman biometrik sebagai syarat pembuatan visa dari Pemerintah Arab Saudi.
"Data-datanya sudah mulai masuk dan divalidasi, tentunya ini menjadi hal yang penting. Data ini menjadi acuan keberangkatan calon jemaah haji," kata Bahtiar, Senin (20/1).
Kendala muncul karena banyak calon jemaah haji yang akan diberangkatkan tahun 2025 mendaftar pada tahun 2012 atau sebelum tahun tersebut.
Pada masa itu, KTP elektronik belum banyak digunakan. Akibatnya, penelusuran calon jemaah haji yang berpindah domisili menjadi lebih sulit karena mereka mungkin belum memiliki KTP elektronik di alamat baru.
"Ada calon jemaah haji yang berpindah tempat tinggal, sehingga kita lacak di mana tempat tinggalnya, karena sebelum tahun 2012 atau tahun 2012 yang kita berangkat di tahun 2025 ini, karena data itu KTP-nya tidak elektronik," terangnya.
Untuk kuota haji Embarkasi Surabaya, Bahtiar menyebutkan sementara ini perkiraan jemaah haji asal Jawa Timur sekitar 35.000 sampai 36.000.
Namun jumlah tersebut masih belum final karena saat ini pihaknya masih melakukan validasi.
Pihaknya juga tengah menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait kemungkinan adanya kuota tambahan untuk memenuhi kebutuhan jamaah yang masuk daftar tunggu.
"Jumlah jemaah kita juga sesuaikan dengan jenis pesawat. Sampai saat ini masih belum dapat keputusan berapa. Kami masih melakukan validasi dan pasporing untuk jemaah yang berangkat tahun depan," terangnya.
Dia juga menekankan pentingnya sinergi dan kesepahaman di antara semua pihak agar persiapan penyelenggaraan ibadah haji dapat berjalan lancar.
"Jemaah haji kloter pertama akan masuk asrama haji mulai tanggal 1 Mei 2025 dan diberangkatkan pada 2 Mei 2025. Artinya, waktu persiapan kita sekitar 4 bulan ke depan," ujarnya.
Bahtiar juga mengingatkan Keberangkatan urutan daerah atau wilayah kerja (wilker) yang sudah ditetapkan adalah estimasi yang dapat berubah menyesuaikan jadwal penerbangan dari Kementerian Agama serta kebutuhan pengisian open seat pesawat.
Sementara itu, pada penyelenggaraan haji tahun 2025, Embarkasi Surabaya direncanakan akan menggunakan pesawat terbang dari maskapai Saudi Arabian Airlines.
Manager Operasional Saudi Arabian Airlines, Yusuf Rahmani mengatakan, untuk penerbangan jemaah haji tahun ini akan tetap menggunakan Saudi Arabia Airlines yang sama saat digunakan di tahun-tahun sebelumnya.
"Insyaallah, cuma belum final total berapa kloternya," ujar Yusuf.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kepastian keseluruhan kloter akan diumumkan setelah lebaran.
"Tunggu final saja, karena surat penunjukan dari Kemenag ke Saudi Airlines masih belum final," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari