RADAR SURABAYA - Di tengah hiruk pikuk dan gedung menjulang tinggi Kota Surabaya, tepatnya di aliran Kalimas yang membelah jantung kota, terdapat kehidupan lain yang tak banyak yang mengetahui.
Sejumlah orang setiap hari menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan di sungai tersebut.
Dengan perahu kecil dan jaring, mereka mencari ikan di Kalimas, berharap mendapatkan hasil tangkapan yang cukup untuk menghidupi keseharian
Salah satu pencari ikan, Ivan, mengaku sudah bertahun-tahun mencari nafkah di sungai ini.
"Susah-susah gampang," ujarnya sembari mempersiapkan jaringnya, Selasa (21/1).
Dia mengaku, ketika hujan kadang banyak, kadang sedikit. "Tergantung cuaca dan keberuntungan," imbuhnya.
Baca Juga: Menelusuri Cikal Bakal Kampung Lumpia Surabaya, Produksi Kuliner Gang Kecil yang Menembus Pasar Hotel
Ikan-ikan hasil tangkapan mereka, berbagai macam, ada ikan mujair, gabus, hingga terkadang lele pun juga mengenai ke jaring Ivan.
Mereka menjualnya langsung kepada warga sekitar atau ke pasar tradisional terdekat.
Pendapatannya memang tak seberapa, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Ya kadang dibeli orang lewat kadang juga harus ke pasar. Sehari tidak pasti hasilnya kadang dapat Rp 100 ribu kadang Rp 200 ribu, itupun ya dibagi juga dengan teman yang lain," tuturnya.
Ivan menyebut setiap harinya dia mencari ikan di sepanjang sungai kalimas yang berada di kawasan Genteng hingga Ketabang Kali.
Kadang dia mencari dengan cara berenang menyusuri sungai tersebut dengan menjaring.
Terkadang dia juga menggunakan perahu yang ada di sana.
"Tapi paling banyak jaring. Kadang juga mancing kalau pas lagi apes gak dapat saat dijaring," ungkapnya.
Ivan yang asli Lamongan ini sudah paham kondisi sungai tersebut, karena setiap hari dia selalu menjelajahi sungai untuk mencari ikan.
Meski demikian, dia juga tak lupa akan kebersihan Kalimas.
Ketika ada sampah dia juga turut membantu untuk menyingkirkan.
"Tapi selama ini aman saja nggak ada sampah yang dikali," ujar Ivan.
Salah satu pembeli ikan dari Ivan, Aminah mengatakan, Ikan-ikan dari Kalimas ini lumayan segar dan harganya terjangkau.
"Saya sering beli untuk dijual lagi di warung saya," ujar Aminah.
Tak jarang dia membeli ikan tersebut. Bahkan dia juga menghargai perjuangan para pencari ikan di sepanjang Kalimas.
"Ya seringnya beli kalau pas ada ikan mujair. Kadang dapatnya banyak kalau ditimbang bisa 9-10 kilogram itu harganya dibawah harga di pasar," ujarnya.
Kehidupan para para pencari ikan Kalimas ini menjadi potret unik kehidupan di tengah kota besar.
Mereka adalah bagian dari Surabaya yang tetap berjuang, mencari rezeki di tengah tantangan lingkungan dan modernisasi kota. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari