Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kampung Legenda Lidah Kulon, Inovasi Wisata Edukasi dan Ekonomi Surabaya Barat

Dimas Mahendra • Selasa, 21 Januari 2025 | 21:16 WIB
Warga menikmati suasana dan sajian kuliner di wisata Kampung Legenda, di Lakarsantri, Surabaya.
Warga menikmati suasana dan sajian kuliner di wisata Kampung Legenda, di Lakarsantri, Surabaya.

RADAR SURABAYA – Di tengah geliat pembangunan kawasan Surabaya Barat, hadir sebuah destinasi wisata unik yang menawarkan konsep perkampungan tematik bernama Kampung Legenda.

Berlokasi di Lidah Kulon 3, RT 5, RW 2, Kecamatan Lakarsantri, destinasi ini mengusung nuansa tempo dulu yang memadukan unsur budaya dan ekonomi kreatif.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menjelaskan, Kampung Legenda merupakan bagian dari program kampung tematik yang dicanangkan Pemerintah Kota Surabaya untuk mengembangkan potensi lokal sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif.

“Pengembangan Kampung Legenda ke depannya akan meliputi penambahan sarana dan prasarana, penguatan kisah sejarah, dan penambahan ornamen di beberapa sudut. Termasuk rencana pengembangan wisata air di kawasan Waduk Slamet,” ungkap Irvan, Selasa (21/1). 

Irvan menyebut, Kampung Legenda adalah salah satu dari 44 kampung tematik di Surabaya yang mengedepankan keunggulan lokal, pariwisata, dan ekologi.

Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk pihak swasta, untuk terus mengembangkan konsep ini.

“Harapan kami, semakin banyak kampung tematik bermunculan agar dapat menjadi penggerak ekonomi lokal melalui produk unggulan masing-masing wilayah,” tambahnya.

Kampung Legenda ini dibuka pada Mei 2024. Tempat wisata ini menyuguhkan cerita rakyat seperti legenda Joko Berek atau Sawunggaling.

Selain itu ada pula asal usul Reog Ponorogo, hingga simbol-simbol sejarah berupa hiasan berbentuk naga, rusa, dan merak.

Ketua RT 5 RW 2 Lidah Kulon sekaligus inisiator Kampung Legenda, Sugeng Heri Kuswanto, mengatakan, tujuan utama kampung ini bukan hanya menghadirkan wisata budaya tetapi juga menjawab tantangan ekonomi warga.

“Kami ingin menciptakan wilayah yang bisa berdikari secara ekonomi dan berkarya di bidang budaya. Anak muda diharapkan belajar sejarah sekaligus membuat konten kreatif,” ujar Sugeng.

Selain itu, pengunjung juga dapat merasakan nuansa tempo dulu melalui transaksi menggunakan kepeng di pasar UMKM yang digelar pada minggu pertama dan ketiga setiap bulan.

“Pembayaran menggunakan kepeng masih kami uji coba, tapi ini menambah daya tarik untuk menciptakan pengalaman berbeda,” jelasnya.

Sugeng mengungkapkan, keberadaan Kampung Legenda telah memberikan dampak signifikan bagi perekonomian warga.

Penjual teh misalnya, bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 500–700 ribu saat ada acara, jauh lebih besar dibanding hari biasa.

“Kami berharap penambahan fasilitas dan kolaborasi dengan Pemkot Surabaya bisa semakin meningkatkan kunjungan wisatawan dan membawa manfaat lebih besar bagi warga,” harapnya.

Ke depan, rencananya pengembangan Kampung Legenda ini termasuk juga pengintegrasian wisata Lidah Kulon dan Lidah Wetan.

Ada juga pengembangan wisata air di Waduk Slamet sebagai daya tarik baru.

Melalui program kampung tematik, Pemkot Surabaya berharap bisa memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Kampung Legenda menjadi salah satu contoh sukses bagaimana kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta bisa menciptakan ruang baru untuk pariwisata berbasis budaya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Ekonomi Kreatif #perkampungan tematik #lakarsantri #surabaya barat #Kampung Legenda