RADAR SURABAYA - Suli, 57, pria yang sempat mengaku kepada polisi telah menjadi korban begal dan diceburkan ke sungai di Jalan Undaan Kulon akhirnya mengungkap fakta sebenarnya yang terjadi pada dirinya.
Suli mengakui telah membuat keterangan palsu bahwa dirinya menjadi korban begal semata karena malu tercebur sungai akibat kecerobohannya sendiri.
Dia mengaku mengalami penyakit mata katarak yang mengganggu penglihatannya. Sehingga saat melintas di lokasi, dia seolah melihat jembatan kecil di sungai yang sebenarnya tidak ada.
Akibatnya saat melewati 'jembatan' itu, dia tercebur ke sungai. Karena tidak ingin menanggung malu maka ia pun mengarang cerita palsu kepada warga yang menolongnya.
"Dia tidak melaporkan peristiwa curas tersebut dan enggan ketika dijemput pihak kepolisian untuk melaporkan, karena pelapor sadar bahwa peristiwa tersebut palsu (pelapor berbohong)," terang Kapolsek Genteng, AKP Grandika Indera Waspada, yang menerima laporan dari warga, Selasa (14/1).
Grandika menjelaskan, setelah Suli dimintai keterangan di depan penyidik baru mengaku kalau dirinya telah membuat cerita bohong telah dibegal.
Apalagi dari rekaman CCTV yang didapatkan polisi di lokasi, Suli terlihat berjalan kaki seorang diri di Jalan Undaan Kulon. Kemudian dia mengarah ke sungai dan akhirnya tercebur.
"Pada intinya beliau tercebur karena kelalaian karena tidak melihat di situ ada sungai. Jadi tidak ada kejadian begal," tegas Grandika.
Diberitakan sebelumnya bahwa Suli, warga Kanginan, Genteng, Surabaya, telah menjadi korban perampasan ponsel saat berjalan kaki di Jalan Undaan Kulon Surabaya, Minggu (12/1) dini hari.
Selain ponselnya dirampas, pria 57 tahun itu mengaku juga diceburkan ke sungai oleh pelaku. Namun saat kasus ini ditangani polisi, terungkap bahwa semua kejadian itu palsu dan karangan Suli semata. (rus)
Editor : Jay Wijayanto