RADAR SURABAYA - Suli, 57, seorang pria yang mengaku sebelumnya menjadi korban perampasan ponsel dan diceburkan sungai di Jalan Undaan Kulon, Genteng Surabaya meminta maaf kepada warga Surabaya dan Polsek Genteng.
Dirinya bukan menjadi korban perampasan. Pria yang bekerja sebagi pekerja proyek bangunan ini tercebur sungai saat jalan kaki hendak menyeberang pada Sabtu malam (11/1).
Suli mengatakan awalnya berjalan kaki dari Stasiun Pasar Turi menuju rumahnya di Jalan Kanginan, Genteng. Saat tiba di Jalan Undaan Kulon dia hendak menyeberang.
"Saya jatuh ke sungai. Jatuh sendiri katut (terbawa) air, jadi saya nggak seberapa sadar minta tolong sama warga berteriak. Terus di atas saya nggak sadar ditanyain. Ada begal, ada begal. Pada hal bukan. Jadi saya jatuh sendiri di sungai," ungkapnya di Mapolsek Genteng, Selasa (14/1).
Suli mengaku saat itu dirinya sendiri yang mengaku dibegal. Ide itu muncul saat tercebur di dalam sungai. Ia lalu ditolong warga dan saat ditanya warga mengaku menjadi korban perampasan ponsel.
Pada hal saat itu Suli tidak membawa ponsel. "HP dibegal tidak ada. Minggu pagi saya sadar kok membuat resah dan saya didatangi polisi. Terus saya ngomong sebenarnya saya jatuh sendiri. Saya meminta maaf kepada warga Surabaya dan Bapak Kapolsek Genteng. Saya salah laporan, saya tidak akan mengulangi kembali," ucapnya.
Kapolsek Genteng AKP Grandika Indera Waspada menjelaskan terkait kejadian di Jalan Undaan Kulon Sabtu malam (11/1) memang informasi awal dari masyarakat ada kejadian pencurian dengan kekerasan (curas) dengan korban Suli.
"Kami kroscek dengan fakta di lapangan dan kami cek CCTV, keterangan para saksi kemudian ada ketidak sesuaian di situ. Makanya setelah kami konfirmasi dengan beliau (Suli) ternyata memang betul adanya bahwa kejadian pencurian dengan kekerasan itu tidak ada," tegasnya didampingi Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty.
Mantan Kapolsek Rungkut ini menambahkan, Suli tercebur sungai karena kelalaian dan tidak melihat di lokasi ada sungai saat jalan kaki.
"Setelah ditolong malah muncul informasi adanya pencurian dengan kekerasan. Kita sampaikan ke masyarakat Surabaya dan sekitarnya bahwa kejadian pencurian dengan kekerasan pada malam minggu tidak ada," ungkapnya.
Pihaknya mengimbau warga Surabaya jangan membuat berita yang membuat kegaduhan apalagi itu jika beritanya tidak benar. "Kami dari Polsek dan Polres pasti akan menelusuri kebenaran suatu peristiwa," tandasnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek