Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sekolah di Surabaya Didorong untuk Melakukan Gerakan "Makan Habis" untuk Kurangi Sampah Sisa MBG

Rahmat Sudrajat • Selasa, 14 Januari 2025 | 17:19 WIB
Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di SMPN 13 Surabaya.
Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di SMPN 13 Surabaya.

RADAR SURABAYA - Sampah makanan menjadi perhatian serius di Surabaya. Dari program makan bergizi gratis (MBG) di Surabaya yang baru dimulai Senin kemarin, masih banyak ditemukan sampah sisa makanan dari para siswa.

Komunitas Nol Sampah, mendorong gerakan "Makan Habis" di sekolah-sekolah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sebagai solusi untuk mengurangi beban penumpukan sampah di TPA Benowo dan dampak lingkungan.

Menurut Hermawan Some dari komunitas Nol Sampah Surabaya, gerakan Makan Habis ini diawali dengan pengamatan terhadap sampah yang dihasilkan siswa di SMP 13 Surabaya kemarin.

Hasilnya, satu siswa menghasilkan 25-40 gram sampah makanan, dengan total sampah mencapai 30-40 kilogram per hari.

"Dari di SMP 13 kami timbang berapa sampah yang dihasilkan tadi, itungan kami satu anak 25-40 gram, ada yang habis ada yang sisa. 10 kotak ada yang kami timbang. Satu anak membuang 25-40 gram sampah berarti kalau ada 925 anak berarti ada 30-40 kilogram sampah. Nanti perlu dicek," kata Hermawan, Selasa (14/1).

Dia mengaku, sampah tersebut rencananya akan dibuang di TPA Benowo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Namun alangkah baiknya dia berharap sampah tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat yang mempunyai budidaya magot hingga kompos. 

"Informasinya yang membuang sampah sisa makanan dilakukan oleh DLH. Nah, kenapa gak diberikan ke masyarakat. Mungkin ada budi daya magot cacing dan kompos,” ujar laki-laki yang akrab disapa Wawan ini.

“Kalau menggunakan DLH pakai uang negara. Kalau dibuang ke TPA masalah lagi, selain transportasi bayar juga pemkot," imbuhnya.

Oleh karena itu pihaknya akan terus gencar mengkampanyekan gerakan "Makan Habis" di sekolah-sekolah untuk mengurangi sampah makanan.

Gerakan ini menurutnya sudah disampaikan ke Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau dihari pertama pelaksanaan MBG.

"Saya tadi bilang ke Pak Wali Kota agar sampah supaya tidak sampai ke TPA. Selain itu di Surabaya ada 28 rumah kompos ada 12 TPS 3R ada banyak komunitas 3R. Ini perlu konek dengan Pak Wali supaya memerintahkan dinas terkait," tegas Wawan.

Pihaknya juga akan terus memantau dan mendorong pengolahan sampah makanan, mengingat sampah makanan yang menumpuk di TPA dapat menghasilkan gas rumah kaca, terutama gas metan yang berbahaya.

"Nol sampah akan monitoring dan mendorong karena sampah makanan ini bisa diolah karena kalau ditumpuk di TPA bisa menghasilkan gas rumah kaca terutama gas metan dan itu berbahaya," terangnya.

Selain gerakan "Makan Habis", komunitas Nol Sampah juga mendorong penggunaan kemasan yang ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #Mbg #sampah makanan #nol sampah surabaya #Makan Bergizi Gratis