RADAR SURABAYA – Demam koin jagat, permainan pencarian koin digital yang tengah viral di media sosial menyerbu Surabaya.
Pada Minggu (12/1), Taman Prestasi dipenuhi warga yang bersemangat mencari koin dengan nilai fantastis, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Tak hanya anak-anak dan remaja, orang tua pun ikut tergiur untuk berburu koin.
Mereka terlihat sibuk membuka aplikasi Jagat di ponsel, lalu mencari titik keberadaan koin yang tersembunyi di berbagai tempat, mulai dari semak-semak, sampah, pohon, hingga di atas monumen pesawat bomber yang menjadi ikon Taman Prestasi.
Doni, salah satu pemburu koin, mengaku sudah mencari sejak pagi dan berpindah ke dua lokasi, Taman Mundu dan Taman Prestasi. "Sejak pagi belum nemu padahal sudah dua tempat yang saya cari," ujarnya.
Doni terinspirasi dari video TikTok yang memperlihatkan kemudahan menemukan koin, sehingga ia dan kedua temannya memutuskan untuk mencobanya.
"Sebetulnya iseng saja, karena awalnya lihat di TikTok tapi kok ternyata sulit juga padahal titik lokasinya sudah benar," tuturnya.
Winda, yang datang dari Sidoarjo, juga ikut tergiur untuk mencari koin di Surabaya.
Ia mendengar kabar bahwa ada yang berhasil mendapatkan koin senilai Rp 500 ribu di Taman Prestasi.
"Katanya kemarin ada yang dapat di sini makanya pas Minggu ini saya ikutan nyari siapa tahu beruntung dapat kan lumayan," jelasnya. Winda bahkan rela mencari di pohon-pohon dan tempat lampu untuk menemukan koin.
Antusiasme warga Surabaya terhadap koin jagat sangat tinggi. Bahkan anak-anak kecil pun ikut bersemangat, rela memanjat monumen pesawat bomber untuk mencari koin.
"Durung nemu, Iki titike jare nang sekitar pesawat iki (belum ketemu, ini titik koinnya mengarah ke sekitar pesawat)," ujar Romi.
Romi juga menyebut koin yang ada di lokasi ini ditaruh di plastik yang tersebar.
Aplikasi koin jagat ini merupakan permainan Jagat Coin Hunt yang bisa ditukar dengan total hadiah hingga Rp 850 juta.
Permainan offline ini mengharuskan pemain untuk menemukan koin yang tersebar di berbagai lokasi.
Koin tersebut memiliki nilai yang bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu untuk koin perunggu hingga Rp 100 juta untuk koin emas.
Namun yang perlu diingat bahwa permainan ini juga memiliki risiko, seperti potensi penipuan dan kerusakan lingkungan.
Masyarakat diharapkan untuk tetap bijak dan berhati-hati dalam mengikuti tren ini.
Disisi lain, fenomena berburu koin virtual ini justru menimbulkan dampak negatif karena menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum (fasum) dan taman kota.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun merespons cepat dengan berencana mengirimkan surat peringatan kepada pengelola aplikasi tersebut.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, M. Fikser, mengatakan, pihaknya tengah menelusuri lebih lanjut aktivitas pencarian koin Jagat yang ramai di media sosial.
Ia menegaskan bahwa pencarian koin ini berisiko merusak fasilitas publik dan membahayakan keselamatan warga.
“Ini lagi kita telusuri ya, karena kan ramai di medsos, nah ini kan juga bisa membuat taman-taman dan tempat-tempat fasilitas umum jadi rusak. Dari Satpol PP juga sudah sebar anggota untuk mengantisipasi,” ujar Fikser.
Fikser mengungkapkan, sejauh ini belum diketahui secara pasti mekanisme penyebaran koin di aplikasi tersebut.
Ia menyebut, fenomena ini baru viral dalam beberapa hari terakhir di kalangan anak muda Surabaya.
Melalui aplikasi Jagat, pengguna dapat mencari koin di berbagai lokasi yang telah ditentukan, mulai dari pinggir jalan, pedestrian, pot bunga, hingga area sungai dan pusat perbelanjaan. Fikser menyoroti potensi bahaya jika koin diletakkan di tempat berisiko.
“Artinya cara menyebarnya kan juga harus diperhatikan, fenomena ini kan baru dua hari ya. Jangan sampai ditaruh di pinggir sungai lalu (pencari koin) kecemplung dan nggak bisa berenang kan bahaya,” tegasnya.
Dampak negatif dari perburuan koin Jagat juga dirasakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya.
Sekretaris DLH Surabaya, Achmad Eka Mardijanto mengaku bahwa sejumlah tanaman di taman kota mengalami kerusakan akibat diinjak para pemburu koin.
Eka menyebut, salah satu taman yang terdampak adalah Taman Prestasi. Tanaman yang baru saja ditanam rusak karena tidak sengaja terinjak.
“Iya, ada tanaman yang baru ditanam rusak. Di Taman Prestasi juga ada yang rusak gara-gara itu (pencari koin),” ungkap Eka.
Sebagai langkah antisipasi, Satpol PP Surabaya telah mengerahkan petugas untuk memantau lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik perburuan koin Jagat.
Selain itu, Pemkot juga akan melayangkan surat peringatan kepada pengelola aplikasi agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dan dampak lingkungan.
Pemkot berharap fenomena ini tidak berlarut-larut dan pengelola aplikasi dapat bertanggung jawab dalam menempatkan koin virtual di lokasi yang aman dan tidak merusak fasilitas umum.
Dengan adanya langkah tegas ini, diharapkan ruang publik di Surabaya tetap aman dan nyaman bagi seluruh warga. (rmt/dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari