RADAR SURABAYA – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 28 (MIM Dupan) Surabaya sukses menggelar acara Pesantren Inovatif Jumasa yang berlangsung selama dua hari, Jumat (10/1) hingga Sabtu (11/1).
Acara yang bertempat di aula sekolah di kawasan Bangkingan Lakarsantri ini mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Keislaman dan Berakhlak Mulia” dan diikuti oleh 33 siswa-siswi kelas VI.
Kepala MIM Dupan, Rohim, SHI, MPd, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk menata niat dengan baik. Ia menyampaikan bahwa acara ini dirancang menyerupai suasana di pondok pesantren agar memberikan gambaran nyata kepada siswa-siswi sebelum mondok sesungguhnya.
“Pesantren Inovatif Jumasa juga merupakan langkah awal untuk menjadikan MIM Dupan sebagai Sekolah Inovatif berbasis pesantren. Kami juga tengah menjalin kerja sama dengan Pondok Pesantren Ummul Quro di Warugunung Karangpilang,” ungkapnya.
Kegiatan dimulai dengan salat maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan tadarus Alquran, salat isya, penyampaian materi kitab Ta’limul Muta’allim, dan diakhiri dengan sesi kontemplasi. Pada malam hari, siswa juga mengikuti evaluasi sebelum istirahat dan bangun pukul 03.00 WIB untuk melaksanakan salat tahajud, salat subuh berjamaah, kultum subuh, dan olahraga pagi.
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah penyampaian materi oleh Dyn Fikrullah, seorang guru dari SMP Muhammadiyah 6 Surabaya sekaligus pengajar di Pondok Pesantren Ummul Quro.
Dengan tema “Menjadi Anak yang Sukses”, ia membahas enam syarat pencari ilmu yang diambil dari kitab Ta’limul Muta’allim: cerdas, semangat, sabar, biaya, petunjuk guru, dan waktu yang lama. Dyn juga menekankan pentingnya niat dalam menuntut ilmu.
“Niat yang baik akan membawa hasil yang baik, seperti menanam benih yang tumbuh menjadi kebaikan. Belajar adalah wujud syukur atas nikmat akal dan kesehatan yang Allah berikan,” jelasnya, mengutip Surat Al-Alaq ayat 1 sebagai pengingat untuk senantiasa belajar.
Salah satu peserta, Zufar Muflih, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini.
“Saya baru pertama kali mengikuti Pesantren Inovatif Jumasa. Kegiatannya sangat bermanfaat, dan saya akan menerapkan apa yang telah dipelajari. Saya juga termotivasi untuk belajar di pondok pesantren,” ujar siswa kelas VI tersebut.
Pesantren Inovatif Jumasa ini menjadi langkah konkret MIM Dupan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia kepada siswa-siswinya.
Dengan pendekatan inovatif, diharapkan para peserta memiliki bekal yang kokoh untuk masa depan yang lebih baik. (ind/nur)