Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Siapkan Anggaran Rp 1,4 Triliun untuk Atasi Banjir di 180 Titik

Dimas Mahendra • Minggu, 12 Januari 2025 | 16:44 WIB
Pada tahun ini, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran Rp 1,4 triliun yang difokuskan untuk proyek penanganan banjir di 180 titik rawan.
Pada tahun ini, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran Rp 1,4 triliun yang difokuskan untuk proyek penanganan banjir di 180 titik rawan.

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya serius menangani persoalan banjir yang masih membayangi sejumlah kawasan di Kota Pahlawan.

Pada tahun 2025 ini, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,4 triliun yang difokuskan untuk menyelesaikan permasalahan banjir di 180 titik rawan.

Anggaran besar ini telah masuk dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 dan tengah dibahas bersama DPRD Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, akan ada anggaran tambahan yang sedang disiapkan oleh pemkot.

Saat ini masih, penambahan anggaran itu masih dalam tahap pembahasan di DPRD.

Salah satunya adalah, anggaran prioritas untuk penanganan banjir tahun 2025.

“Kemarin (rancangan anggaran) sudah disampaikan, tapi masih ada koreksi-koreksi. Karena, nanti semua akan tahu  jadi belanja wajibnya pemkot itu piro (berapa), nanti akan saya sampaikan itu ,” ujar Eri, Minggu, (12/1).

Eri menyebutkan, setelah anggaran itu disetujui, maka belanja wajib yang menjadi prioritas pemkot di 2025 akan disampaikan.

Tujuannya, agar masyarakat tahu, proyek atau program apa saja yang menjadi prioritas utama pemkot di tahun ini.

Belanja wajib itu diantaranya seperti Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA), pembayaran BPJS, gaji pegawai, pembayaran listrik, hingga penyelesaian stunting.

“Nah, yang wajib-wajib itu berapa, sisanya baru digunakan untuk pekerjaan yang lainnya. Nah, yang lainnya nanti juga akan saya sampaikan,” sebut Eri.

Eri melanjutkan, masing-masing kepala dinas nantinya juga akan menyampaikan paparan anggarannya masing-masing.

Salah satunya adalah Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya.

“Nah, nanti itu DSDABM akan menyampaikan penyelesaian banjir di Surabaya, itu ada 180 titik, lokasinya akan disebutkan semua. Nah, di titik ini nanti DSDABM juga akan menyampaikan secara terbuka, misal 1-5 (titik) itu satu catchment area (satu wilayah penanganan) dan 6-20 itu juga catchment area, maka dikerjakan langsung, tidak separuh-separuh lalu nggak jadi semua," tuturnya.

Kemudian DSDADBM menurut Eri akan menyampaikan kembali, bahwa yang hilang banjirnya nomor 1-100, kemudian yang 80 (titik lainnya) masih ada banjir.

"Nah ini karena apa? Ya nggak dikerjakan, kalau dikerjakan semua ya nggak jadi (tidak selesai),” tambahnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menegaskan, hal ini perlu disampaikan kepada masyarakat agar tahu secara rinci titik mana saja dan seperti apa penanganan banjir di Kota Pahlawan.

Karena, penyelesaian banjir di Surabaya dilakukan secara bertahap menyesuaikan titik prioritas dan anggaran yang disiapkan.

“Misal (ada yang tanya) loh habis bagun box culvert kok masih banjir? Nah, box culvert di titik itu (satu catchment area) yang tidak banjir, sama seperti di Dukuh Kupang, Pakal Madya, itu sudah nggak banjir karena sudah dikerjakan, kalau di tempat lainnya ya masih banjir, karena (memang) belum dikerjakan, dan ada beberapa ratus titik tadi,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pembangunan infrastruktur di Kota Surabaya ada skala prioritasnya.

Dengan begitu, anggaran untuk penyelesaian banjir di Surabaya dapat teratasi secara maksimal.

Seperti halnya penanganan banjir di perkampungan, itu juga harus ada skala prioritasnya.

Jika di suatu kampung masih belum memiliki U-Ditch maka kemudian terjadi banjir, maka kampung itu akan dikerjakan terlebih dahulu oleh pemkot.

“Nah, sing gak banjir yo nggak tak garap (yang nggak banjir ya nggak saya kerjakan), jadi bertahap di tahun berikutnya,” pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#apbd #kota pahlawan #pemkot surabaya #banjir #Eri Cahyadi