RADAR SURABAYA - Kasus viral Camat Asemrowo Muhammad Khusnul Amin yang diduga menyimpan perempuan di ruang kerjanya memasuki babak baru.
Dalam video yang beredar, ada seorang perempuan berkerudung krem dan berbaju putih yang bersembunyi di bawah kolong meja kerja Khusnul Amin saat warga mendatangi ruangan pribadi Pak Camat.
Perempuan yang bersembunyi di bawah kolong meja camat itu belakangan diketahui adalah Devi, staf Kecamatan Asemrowo.
Namun pada saat kejadian, Devi mengaku tidak berdua saja di dalam ruangan tersebut dengan camat Khusnul Amin. Ia menyatakan ada staf kecamatan lain yakni Alfian yang juga mengikuti rapat dengan camat.
"Memang saya dengan mas Alfian sedang di ruangan Pak Camat. Kita melakukan koordinasi yang siangnya itu ada zoom meeting. Makanya, kami prepare apa saja yang perlu disiapkan," ungkap Devi saat ditemui di kantor Kecamatan Asemrowo Jalan Asem Raya Surabaya.
Pada proses koordinasi itulah, Devi mengaku tiba-tiba datang segerombolan warga yang melakukan aksi anarkis dengan cara menggedor-gedor pintu. Tidak berhenti di situ, menurut Devi, mereka juga mencoba mencongkel jendela ruangan camat tersebut dan berteriak-teriak.
"Saya sebagai seorang wanita yang tidak pernah mengalami hal seperti ini menjadi trauma. Banyak massa yang masuk. Terus misal ada yang bawa senjata tajam, apa saya gak takut," ucap dia.
Devi menegaskan, keperluan dia dan Alfian di dalam ruangan camat itu murni untuk koordinasi. Sedangkan camat, menurut dia, sudah berjanji menemui warga tersebut untuk mendengarkan aspirasi mereka.
"Kenapa saya lari ke mejanya Pak Camat, ya saya ketakutan. Bukan karena saya melakukan sesuatu yang aneh-aneh dengan Pak Camat. Ndak ada. Di situ pyur kami koordinasi. Baju saya juga utuh. Saya tidak melakukan apa-apa. Dan di sana, saya bertiga," ujarnya. (dim/jay)
Editor : Jay Wijayanto