RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah mengkebut progres pembebasan lahan untuk proyek under pass Bundaran Dolog (Taman Pelangi).
Targetnya, pembebasan lahan ini diharuskan rampung maksimal pada triwulan pertama tahun ini.
Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Penyelenggaraan Prasaran Sarana Utilitas DPRKPP Surabaya Farhan Sanjaya mengungkapkan, dari total 29 persil yang dibutuhkan, tahun ini masih ada 16 persil yang belum tuntas pembebasannya.
Persil-persil itu seluruhnya milik warga dan saat ini kebanyakan masih terkendala dalam hal administrasinya.
"Iya kalau pembebasannya ini sesuai arahan pimpinan, target kita triwulan pertama harus sudah selesai," kata Farhan kepada Radar Surabaya, Selasa (7/1).
Farhan merinci, dari 29 persil yang dibutuhkan itu, 13 di antaranya overlap dengan aset pemerintah provinsi.
Tapi, kondisi itu menurut dia sudah selesai. Tersisa 16 persil lainnya yang sebagian menurut dia status lahannya masih ada gugatan antar warganya.
"Ada juga yang masih melengkapi berkas persyaratan. Untuk yang 13 persil itu sudah selesai warga menerima. Namun, belum semua dibebaskan karena ada gugatan juga antar warga," tuturnya.
Guna meng-cover kebutuhan untuk pembebasan ini, pemerintah kota menurut dia juga sudah menyediakan anggarannya.
Secara keseluruhan, anggaran yang disiapkan untuk membebaskan 16 persil itu mencapai angka Rp 57 miliar. Tapi dalam penerapannya nanti tentu mengikuti nilai appraisal.
"Untuk yang aset pemerintah kota nanti pemanfaatannya dikoordinasikan kembali. Untuk anggaran sekitar Rp 57 miliar ini untuk meng-cover yang 16 persil itu," ujarnya.
Lebih jauh, Farhan mengaku optimis bisa menuntaskan pembebasan lahan ini sesuai target yang sudah ditentukan.
Proyek ini nantinya digadang-gadang dapat menyelesaikan permasalahan kemacetan di area Bundaran Dolog tersebut.
Rencananya, pengerjaan fisiknya sebelumnya memang direncanakan akan dilakukan pada tahun ini. Pelaksananya adalah pemerintah pusat. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari