Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Perlu Tetenger untuk Menandai Tempat Heroik di Surabaya

Rahmat Sudrajat • Selasa, 7 Januari 2025 | 17:12 WIB

 

Patung Gubernur Suryo di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya menjadi salah satu tetenger tempat bersejarah dan heroik yang masih ada. 
Patung Gubernur Suryo di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya menjadi salah satu tetenger tempat bersejarah dan heroik yang masih ada. 

RADAR SURABAYA - Sebagai kota pahlawan Surabaya memiliki simbol-simbol kepahlawanan seperti patung pahlawan, hingga patung yang menjadi simbol semangat heroik arek-arek Suroboyo melawan penjajah.

Patung-patung tersebut berdiri di lokasi-lokasi yang pernah menjadi pusat pertempuran Surabaya tahun 1945.

Namun sayang, tetenger yang berupa patung ada yang telah dibongkar karena untuk keperluan pembangunan kota.

Pegiat sejarah Surabaya, Nanang Purwono mengungkapkan, patung di depan gedung Internatio di kawasan Jembatan Merah dan patung di depan Hotel Majapahit telah dibongkar.

Patung di depan Hotel Majapahit, yang menggambarkan perlawanan arek Suroboyo terhadap sekutu dirobohkan pada awal tahun 1980-an saat renovasi hotel. 

Sementara patung di depan gedung Internatio, yang merepresentasikan upaya perlawanan saat pertemuan di gedung tersebut, juga mengalami nasib serupa.

Menurut Nanang, hilangnya patung sebagai penanda karena dahulu belum ada perda yang mengatur situs di cagar budaya.

"Patung itu dibongkar karena adanya renovasi hotel Majapahit di awal 1980. Di depan Majapahit Hotel itu ada patung perlawanan arek Suroboyo terhadap sekutu yang bermarkas di Majapahit Hotel. Dan di depan gedung Internatio dulu upaya perlawanan ketika terjadi pertemuan di gedung Internatio," ujar Nanang, Senin (6/1).

Meskipun beberapa patung pahlawan telah hilang, beberapa lainnya masih berdiri kokoh, seperti patung pahlawan di Alun-Alun Contong, di depan Siola, Jalan Kombespol M. Duriat, dan di Wonokromo.

Selain itu, terdapat patung para tokoh seperti Jenderal Sudirman di Jalan Yos Sudarso, patung Gubernur Suryo di Jalan Gubernur Suryo depan gedung Grahadi, dan patung Mastrip di Gunung Sari.

"Ada patung-patung yang baru patung Mastrip, Patung M Jasin serta di Wonokromo," tambah Nanang.

Nanang menekankan pentingnya keberadaan patung pahlawan sebagai pengingat sejarah bagi generasi mendatang.

Dia berpendapat bahwa di tengah perkembangan kota yang pesat, nilai-nilai kepahlawanan perlu ditanamkan agar masyarakat tidak melupakan perjuangan para pahlawan.

"Jalan kekinian kita punya taman kota dan itu indah secara lingkungan dan rekreasi kita. Kita perlu menanamkan yang bersifat kepahlawanan. Bisa belajar mengenai sosok pahlawan. Sehingga warga yang datang bisa menikmati nilai perjuangan," jelasnya.

Nanang berharap, ke depannya, akan ada tanda-tanda yang mengingatkan publik tentang peristiwa penting di Surabaya.

Seperti prasasti maupun yang dibuat pada tahun 1970-an dan 1980-an.

"Harapannya terkait kota pahlawan akan muncul tanda-tanda yang mengingatkan publik terjadinya peristiwa penting di tempat itu. Seperti tahun 70, 80-an buat prasasti dan patung. Sekarang apa yang bisa digunakan menandai tempat penting kepada publik supaya kita tidak kehilangan terhadap peristiwa bersejarah," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#penjajah #arek suroboyo #Patung Pahlawan #Gedung Internatio #bersejarah #pertempuran surabaya #gubernur suryo