RADAR SURABAYA - Melonjaknya harga cabai rawit di pasaran hingga mencapai Rp 130 ribu per kilogram memaksa warga Surabaya melakukan inovasi dengan memanfaatkan lahan kosong untuk urban farming.
Tak hanya itu mereka juga menjual cabai rawit sachet dengan harga terjangkau.
Seperti di Jalan Semolowaru Elok, Surabaya, warga setempat melakukan inovasi tersebut setelah tiga bulan masa tanam, cabai rawit yang segar dipanen dan dikemas dalam sachet kecil berisi sekitar 10 buah cabai.
Baca Juga: Konsumen Menjerit, Harga Cabai Rawit di Pasar Dukuh Kupang Surabaya Tembus Rp 130 Ribu per Kilogram
Sachet-sachet ini kemudian dijual eceran kepada warga sekitar dengan harga hanya Rp 2 ribu per sachet.
Salah satu warga Fatimah, menjelaskan bahwa tujuan utama dari inisiatif tersebut adalah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah tingginya harga cabai di pasaran.
"Kenaikan harga yang signifikan ini telah menimbulkan kesulitan bagi banyak keluarga," ungkap Ibu Fatimah pada hari Senin (6/1).
Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk menyediakan alternatif yang lebih ekonomis bagi warga.
Lahan urban farming milik warga Semolowaru Elok tidak hanya ditanami cabai rawit.
Berbagai jenis sayuran dan buah-buahan seperti tomat, terong, kacang panjang, timun, kangkung, kelengkeng, dan bahkan anggur juga dibudidayakan di lahan tersebut.
"Ya ada budidaya lainnya seperti tomat, sayuran, hingga buah-buahan di lahan ini," tutur Fatimah.
Sementara itu, satu pembeli Yanti mengatakan, keuntungannya membeli cabai rawit sachet atau rentengan.
Harganya yang terjangkau Rp 2 ribu dibandingkan harga di pasar tradisional yang mencapai Rp 130 ribu per kilogram sangat cocok untuk menambah pedas masakan di dapur.
"Ya diuntungkan sekali, harganya murah. Ya lumayan bisa masak pedas meskipun harganya mahal di pasar," tutur Yanti.
Yanti mengaku dalam beberapa hari belakangan ini rutin untuk membeli cabai sachet.
Bahkan dia tidak beli di pasar tradisional maupun pedagang keliling karena harganya yang mahal.
"Beberapa hari ini belinya di sini. Jarang ke pasar, harganya masih mahal juga. Kalau di sini kan murah. Nunggu stabil saja di pasar," ungkapnya.
Antusiasme yang tinggi juga terlihat dari pembeli, baik dari kalangan ibu rumah tangga maupun bapak-bapak, yang berbondong-bondong membeli cabai rawit sachet dalam jumlah yang cukup besar.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan kreativitas masyarakat dapat mengatasi permasalahan ekonomi dan meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan perkotaan. (rmt/nur)