Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dewan Pendidikan Kota Surabaya Siap Awasi Program MBG, Pastikan Gizi Seimbang Siswa Terpenuhir

Rahmat Sudrajat • Minggu, 5 Januari 2025 | 03:25 WIB
PROPORSIONAL: Anggaran program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp 10 ribu per porsi dianggap sudah relevan dengan kebutuhan gizi.
PROPORSIONAL: Anggaran program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp 10 ribu per porsi dianggap sudah relevan dengan kebutuhan gizi.

RADAR SURABAYA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dimulai serentak di seluruh Indonesia pada Senin (6/1) mendatang, masih menunggu petunjuk teknis (juknis) di Surabaya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Juli Purnomo, mengungkapkan bahwa pihaknya belum dilibatkan dalam persiapan program ini.

"Sejauh ini Dewan Pendidikan Kota Surabaya belum dilibatkan dalam persiapan program MBG. Kami masih menunggu juknis dan melihat perkembangannya," kata Juli Purnomo, Sabtu (4/1). 

Juli menjelaskan, Dewan Pendidikan Kota Surabaya siap berperan dalam pengawasan program MBG, terutama dalam hal gizi seimbang dan penyaluran manfaat kepada penerima.

Namun, hingga saat ini, belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai peran Dewan Pendidikan dalam program MBG.

"Tetap nanti dewan pendidikan kalau dilibatkan akan melakukan pengawasan. Terkait dengan gizi seimbang dan sebagiannya. Supaya nyampai ke pemetik manfaat bisa sesuai," jelasnya.

Juli juga mengungkapkan bahwa belum terlihat dampak positif dari program MBG di Surabaya karena belum berjalan. Dia berharap program ini dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah, seperti pro dan kontra. 

"Sejauh ini Dewan Pendidikan Kota Surabaya melihatnya dampak positif belum terlihat. Mudah-mudahan tidak ada pro dan kontra sesuai dengan apa yang diprogramkan oleh pemerintah pusat," imbuhnya.

Juli juga berharap agar program MBG tidak mengganggu waktu belajar siswa di sekolah. Hal ini agar ada sinkronisasi antara pelaksanaan MBG dan jam pelajaran di sekolah.

"Harapannya mudah-mudahan program ini lancar dan ditindaklanjuti oleh Pemkot Surabaya dengan benar. Dan yang utama tidak mengganggu waktu belajar siswa di sekolah. Sehingga akan ada proses sinkronisasi antara pelaksanaan MBG dan jam pelajaran di sekolah," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, saat ditemui di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG akan dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 di seluruh Indonesia. Program ini diperuntukkan bagi sekolah, pesantren, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

"Target penerima program ini pada tahap pertama Januari - April 2025 diproyeksikan mencapai 3 juta penerima manfaat. Di tahap selanjutnya, pada bulan April 2025, target penerima manfaat akan meningkat menjadi 6 juta. Kemudian, pada Agustus 2025, target penerima manfaat akan naik minimal 15-17 juta," kata Dadan.

Untuk sementara, masyarakat akan menerima makan bergizi gratis sehari sekali, yang setara dengan sepertiga kebutuhan kalori anak yang dipenuhi oleh pemerintah.

"Pokoknya 6 Januari nanti sesuai arahan, kita selenggarakan di seluruh Indonesia. Diperuntukkan untuk sekolah, pesantren, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita," pungkasnya. (rmt)

Editor : Jay Wijayanto
#dewan pendidikan surabaya #gizi seimbang #Makan Bergizi Gratis