RADAR SURABAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya mencatat sejumlah prestasi sepanjang tahun 2024. Kepala Kejari Tanjung Perak Ricky Setiawan, melalui Kasi Intelijen I Made Agus Mahendra Iswara, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Iswara kemarin (2/1).
Di bidang pembinaan, Kejari Tanjung Perak berhasil merealisasikan anggaran sebesar Rp 14,39 miliar dan mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Rp 10,46 miliar. Angka ini melampaui target awal Rp 1,88 miliar, mencapai 555,98 persen.
Dalam bidang intelijen, Kejari Tanjung Perak mengamankan lima proyek pembangunan strategis senilai total Rp 64,05 miliar. Program edukasi hukum juga gencar dilakukan, seperti Jaksa Masuk Sekolah di lima sekolah dengan total 1.500 peserta dan Jaksa Menyapa yang disiarkan lima kali melalui RRI Pro 1 Surabaya.
Kampanye antikorupsi serta partisipasi dalam peringatan Hakordia turut menambah daftar pencapaian, yang membuat bidang ini dianugerahi penghargaan terbaik ketiga untuk Kejaksaan Negeri Tipe-B pada Rakerda Kejaksaan Tinggi Jawa Timur 2024.
Pada bidang Tindak Pidana Umum (Pidum), Kejari menangani 1.509 SPDP, 1.433 tahap I, 1.382 P-21, 1.434 tahap II, 914 putusan, dan eksekusi. Sebanyak 64 kasus diselesaikan melalui Restorative Justice, menjadikan Kejari Tanjung Perak terbaik pertama dalam penanganan Restorative Justice serta lomba video bertema serupa.
Di bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Kejari menyelesaikan tujuh penyelidikan, tiga penyidikan, sembilan tuntutan, 10 eksekusi, dan tiga kasasi tindak pidana korupsi.
Dengan pengungkapan kerugian negara sebesar Rp 34,73 miliar, Kejari berhasil mengembalikan Rp 7,85 miliar ke kas negara. Bidang ini juga meraih penghargaan terbaik ketiga dalam penyelesaian kasus korupsi 2024.
Dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari menangani 146 kasus non-litigasi, tiga kasus litigasi, dan satu kasus Tata Usaha Negara. Kejari berhasil memulihkan keuangan negara sebesar Rp 153,29 miliar dan menyelamatkan Rp 267,74 juta, mendapatkan penghargaan terbaik kedua.
Melalui pelelangan 34 barang rampasan, Kejari menyelamatkan aset negara senilai Rp 471,58 juta, yang terdiri dari Rp 326,83 juta melalui lelang eksekusi dan Rp 144,74 juta dari penjualan langsung.
“Capaian ini memotivasi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan negara,” tutur Iswara. (jar)
Editor : Lambertus Hurek