RADAR SURABAYA - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah berlalu, namun stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya tetap stabil.
Selain itu, semangat warga Surabaya dalam mendonorkan darah patut diacungi jempol.
Pasalnya, selama 2024, jumlah pendonor meningkat 2-3 persen dibanding tahun 2023 hal ini menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi.
"Alhamdulillah, stok darah selama libur Nataru sampai saat ini masih stabil. Stok sel darah merah pekat mencapai 3.000 kantong, sementara trombosit mencapai 300 kantong. Jadi saat libur Nataru kondisinya stabil," tutur Kabag Pelayanan dan Humas UDD PMI Kota Surabaya, dr. Wandai Rasotedja, dr Wandai, Kamis (2/1).
Meskipun libur Nataru, permintaan darah dari rumah sakit tetap stabil, rata-rata 200-250 kantong per hari.
"Permintaannya stabil selama libur Nataru. Tidak ada yang signifikan karena kita sudah persiapkan, apalagi pas musim penghujan, biasanya permintaan darah untuk penyakit demam berdarah meningkat, tapi setelah dilihat tidak ada yang signifikan, terutama untuk permintaan darah trombosit," jelas dr Wandai.
Saat ini, permintaan sel darah merah pekat terbanyak berasal dari golongan darah A dan O.
"Untuk golongan darah, diperuntukkan untuk golongan yang sama yakni golongan A dan O," imbuhnya.
dr Wandai mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pendonor darah di Surabaya mencapai 2-3 persen pada tahun 2023 dibandingkan tahun 2024.
"Rata-rata per hari ada 350 orang jadi kalau ditotal 4.200 yang mendonorkan darah selama tahun lalu (2024)," jelasnya.
Meningkatnya kesadaran masyarakat Surabaya dalam melakukan donor darah ini karena sosialisasi yang dilakukan secara masif dan juga kesadaran masyarakat Surabaya sendiri yang memang tinggi.
"Semangatnya luar biasa untuk donor darah dibandingkan daerah lain. Surabaya terbanyak biasanya dibandingkan daerah di Indonesia," ungkapnya.
dr Wandai juga menekankan manfaat donor darah bagi para pendonor.
"Setiap pendonor akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis, baik pemeriksaan kesehatan secara laboratorium seperti hepatitis A dan C, sphilis, dan HIV. Pemeriksaan ini dilakukan setiap dua bulan sekali," jelasnya.
Selain manfaat kesehatan, donor darah juga memberikan keuntungan lain, yaitu meningkatkan kesadaran sosial dan kepedulian sesama.
Sementara itu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo menjadi salah satu rumah sakit yang paling banyak membutuhkan darah, terutama untuk operasi dan kecelakaan.
"Permintaan darah di RSUD dr Soetomo mencapai 100-150 kantong per hari," ungkap dr. Wandai.
Meskipun musim demam berdarah, permintaan darah untuk penyakit ini tidak mengalami lonjakan signifikan. "Permintaan darah untuk demam berdarah saat ini sekitar 70 kantong per hari," terangnya .
Ke depannya, diharapkan kesadaran masyarakat Surabaya dalam melakukan donor darah terus meningkat, sehingga stok darah di UDD PMI Kota Surabaya selalu tercukupi dan dapat memenuhi kebutuhan darah di berbagai rumah sakit di Surabaya dan sekitarnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari