Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Transformasi Layanan Kesehatan di Surabaya: Optimalisasi e-Resep untuk Meningkatkan Keselamatan Pasien

Jay Wijayanto • Kamis, 2 Januari 2025 | 16:57 WIB

Photo
Photo


OLEH: Anggun Dwi Saputri (*) 

DUNIA kesehatan di Indonesia kini memasuki babak baru dengan hadirnya e-resep, sebuah sistem resep elektronik yang menggantikan resep manual.

Diresmikan secara luas sejak tahun 2023, e-resep disebut sebagai inovasi penting dalam pelayanan kesehatan, yang menghubungkan dokter, apoteker, serta fasilitas kesehatan melalui platform digital.

Sistem ini diyakini mampu mengurangi potensi kesalahan pemberian obat sekaligus meningkatkan keselamatan pasien.

Program ini didukung penuh oleh pemerintah sebagai bagian dari transformasi digital dalam sektor kesehatan nasional.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut e-resep sebagai salah satu langkah strategis untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih modern dan efisien.

“Dengan e-resep, kita tidak hanya meminimalkan risiko kesalahan, tetapi juga memberikan kemudahan bagi pasien dalam mengakses obat dengan cepat,” ujarnya dalam peluncuran sistem ini di Jakarta.

Berbeda dengan resep manual yang selama ini mengandalkan tulisan tangan dokter, e-resep memungkinkan informasi obat dikirim langsung ke apotek secara digital.

Sistem ini tidak hanya memudahkan kerja dokter dan apoteker, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pasien.

Salah satu keunggulan utamanya adalah mengurangi kesalahan baca yang kerap terjadi pada resep manual, seperti salah interpretasi nama obat atau dosis.

Pasien juga diuntungkan karena proses mendapatkan obat menjadi lebih cepat. Dokter dapat langsung mengirimkan resep ke apotek yang dipilih, sehingga pasien tidak perlu membawa kertas resep secara fisik.

Di sisi lain, apoteker dapat memproses resep lebih akurat dan efisien karena semua data tersedia secara jelas melalui sistem.

Selain itu, sistem ini juga terintegrasi dengan database kesehatan nasional, memungkinkan dokter untuk melihat riwayat pengobatan pasien secara real-time.

Hal ini membantu mencegah potensi interaksi obat yang berbahaya sekaligus memastikan obat yang diberikan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

Di balik implementasi e-resep, pemerintah menggandeng berbagai perusahaan teknologi kesehatan untuk membangun sistem yang dapat diakses oleh seluruh fasilitas kesehatan, dari rumah sakit besar hingga puskesmas di daerah terpencil.

Beberapa apotek terkemuka seperti Kimia Farma dan K-24 juga telah menjadi mitra dalam penerapan sistem ini.

Menurut data Kementerian Kesehatan, hingga akhir 2024, lebih dari 70% fasilitas kesehatan di Indonesia diharapkan sudah menggunakan e-resep.

Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mempercepat digitalisasi sektor kesehatan. Namun, transformasi ini tidak datang tanpa tantangan.

Salah satu kendala terbesar adalah keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil. Banyak fasilitas kesehatan di wilayah tersebut masih belum memiliki akses internet yang memadai, sehingga sulit untuk mengintegrasikan sistem ini.

Selain itu, keterbatasan perangkat keras dan lunak dibeberapa puskesmas kecil juga menjadi kendala. Diperlukan investasi yang besar untuk membangun infrastruktur yang mendukung, termasuk pelatihan bagi tenaga kesehatan untuk mengoperasikan sistem baru tersebut.

Dalam jangka panjang, e-resep diharapkan tidak hanya menjadi alat untuk mempercepat proses pemberian obat, tetapi juga sebagai platform untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan.

Dengan pemantauan digital, dokter dan apoteker dapat mengetahui apakah pasien telah mengambil dan menggunakan obat sesuai resep.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan infrastruktur digital di Indonesia, implementasi e-resep di kota-kota besar seperti Surabaya akan semakin relevan.

Surabaya, yang dikenal dengan perkembangan teknologi dan infrastruktur yang pesat, memiliki potensi besar untuk memanfaatkan e-resep dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Pemerintah kota, rumah sakit, dan apotek dapat bekerja sama untuk mempercepat adopsi sistem ini, yang tidak hanya akan mempermudah pengelolaan obat, tetapi juga memastikan keselamatan pasien dengan meminimalkan risiko human error atau obat yang tidak tepat.

Dengan demikian, e-resep dapat menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem kesehatan yang lebih canggih, efisien, dan aman di masa depan.

Selain itu, e-resep juga memiliki manfaat jangka panjang dalam pengelolaan data kesehatan. Dengan sistem digital yang terintegrasi, setiap informasi mengenai riwayat pengobatan pasien dapat tercatat dengan lebih lengkap dan terstruktur.

Hal ini memungkinkan dokter untuk mengakses informasi medis yang relevan dengan cepat, memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis data.

Dengan demikian, e-resep bukan hanya berfungsi untuk meningkatkan efisiensi administrasi obat, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan kesehatan, baik di tingkat individu maupun di tingkat sistem.

Dari perspektif pemerintah, penerapan e-resep dapat memperkuat mekanisme pengawasan terhadap distribusi obat, mengurangi peredaran obat palsu atau ilegal, serta memungkinkan pengelolaan data kesehatan yang lebih efisien.

Dengan adanya sistem yang lebih terintegrasi dan transparan, pemerintah dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap alur distribusi obat, memastikan obat yang digunakan sesuai dengan peruntukannya, dan mengidentifikasi potensi penyalahgunaan.

Upaya pengawasan ini akan berdampak positif pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Secara keseluruhan, implementasi e-resep merupakan sebuah langkah maju dalam sistem kesehatan yang lebih aman dan modern.

Dengan manfaat yang ditawarkan, dari segi efisiensi, pengurangan risiko kesalahan, hingga pengawasan obat yang lebih ketat, e-resep bisa menjadi pilar penting dalam transformasi layanan kesehatan di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Surabaya.

Seiring dengan perbaikan infrastruktur dan kesiapan masyarakat untuk mengadopsi teknologi, e-resep dapat mempercepat terwujudnya sistem pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi, efisien, dan aman di masa depan.

(*) Mahasiswa Prodi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Jay Wijayanto
#e resep #apoteker #resep elektronik #kesehatan nasional #farmasi #resep manual