RADAR SURABAYA - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur mencatat ada peningkatan penumpang angkutan bus. Namun tidak tidak terlalu signifikan.
"Artinya meski meningkat tidak sampai menambah armada," kata Wakil Ketua Organda Jatim Firmansyah Mustafa kepada Radar Surabaya, Jumat (27/12).
Firman menambahkan, peningkatan paling banyak adalah untuk armada Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Menurutnya, tujuan paling banyak adalah Jakarta.
"Selanjutnya adalah Jawa Tengah. Sedangkan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) tidak terlalu. Karena banyak masyarakat yang saat ini menggunakan kendaraan pribadi. Apalagi sekarang banyak kemudahan rental kendaraan," jelasnya.
Firman memastikan tidak ada kenaikan tarif selama Nataru ini untuk kelas ekonomi. Menurutnya, yang naik hanya kelas eksekutif.
"Namun kelas eksekutif naiknya sesuai PO masing-masing. Untuk tahun depan juga belum ada kenaikan tarif," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono mengatakan, Jawa Timur menjadi asal dan tujuan pergerakan terbesar.
Artinya yang keluar dari Jawa Timur sebanyak 18,67 juta sedangkan yang masuk ke Jawa Timur sebanyak 17,46 juta.
“Kita antisipasi nanti akan menyiapkan 6637 armada bus yang akan beroperasi 18 terminal tipa A dan 29 terminal tipe B," jelasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari