Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Permudah Akses Masyarakat, Pemkot Surabaya Integrasikan Layanan Kesehatan

Dimas Mahendra • Kamis, 26 Desember 2024 | 01:37 WIB

 

DIFASILITASI: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau layanan kesehatan di Balai RW.
DIFASILITASI: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau layanan kesehatan di Balai RW.

RADAR SURABAYA – Sepanjang 2024, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mencatatkan berbagai inovasi dan terobosan di bidang kesehatan.

Salah satunya adalah pengembangan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan preventif di Kota Pahlawan.

Pada 14 Juni 2024, Wali Kota Eri meresmikan 153 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang mengimplementasikan ILP.

Layanan ini menjadi awal dari pembentukan Pos Pelayanan Keluarga di 2025. Pustu ILP melayani anak-anak hingga lansia dan bertujuan menyediakan fasilitas kesehatan yang dekat dengan masyarakat.

"Keberadaan Pustu ILP ini diharapkan dapat memetakan penyakit di setiap wilayah dan mendorong warga untuk melakukan skrining kesehatan, bukan hanya datang saat sakit," kata Wali Kota Eri.

Pustu ILP beroperasi enam hari seminggu, dilengkapi dokter umum, perawat, dan bidan.

Ke depan, fasilitas ini akan terus ditingkatkan melalui kerja sama antara Pemkot Surabaya dan Kementerian Kesehatan.

Inovasi berikutnya adalah peluncuran layanan RW 1 Nakes 1 (R1N1) pada 17 Juli 2024.

Melalui konsep ini, Pemkot Surabaya menyediakan tenaga kesehatan di 1.177 Balai RW untuk memberikan layanan medis dasar seperti konsultasi kesehatan, skrining, dan pengobatan dasar.

“Layanan ini mempermudah warga mendapatkan pemeriksaan rutin di Balai RW sebelum sakit parah. Hasil pemeriksaan langsung terkoneksi dengan dokter, dan obat dikirim ke Balai RW,” jelas Wali Kota Eri.

Sebagai pendukung layanan R1N1, Eri meluncurkan program 1 Kelurahan 1 Ambulans pada 22 Juli 2024.

Program ini memastikan setiap kelurahan memiliki ambulans yang siap melayani antar-jemput pasien secara gratis.

“Ambulans dilengkapi alat pertolongan pertama yang memadai. Semakin cepat ambulans datang, semakin besar kemungkinan pasien selamat dan sembuh,” terang Eri.

Pada 23 September 2024, Pemkot Surabaya mendirikan Bengkel Sehat Mandiri (BSM) sebagai wadah pemberdayaan bagi penyandang disabilitas mental.

Layanan ini menawarkan terapi okupasi dan pelatihan wirausaha untuk membantu mereka mandiri secara ekonomi.

“Setelah terapi, mereka mendapat pelatihan dari Disperinaker. Produknya dibantu dipasarkan sehingga mereka bisa memperoleh penghasilan,” ujarnya.

Puncak inovasi kesehatan tahun ini adalah pengoperasian RSUD Eka Candrarini pada 18 Desember 2024.

Rumah sakit di wilayah Surabaya Timur ini fokus pada layanan kesehatan ibu dan anak, menjadikannya salah satu unggulan di sektor kesehatan Kota Pahlawan.

Inovasi-inovasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Surabaya dalam mewujudkan kota yang humanis dan berkelanjutan, sekaligus mengatasi tantangan kesehatan masyarakat secara komprehensif.

“Dengan semua inovasi ini, kami berharap layanan kesehatan di Surabaya semakin dekat, cepat, dan merata untuk seluruh masyarakat,” pungkas Eri. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#puskesmas #Balai RW #Layanan Kesehatan #integrasi layanan primer #pemkot surabaya #Eri Cahyadi