Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Masyarakat Diimbau Memperhatikan Cuaca Saat Berwisata pada Libur Nataru

Mus Purmadani • Rabu, 25 Desember 2024 | 17:25 WIB
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono.
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono.
 
RADAR SURABAYA-Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melakukan wisata pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dia mengajak masyarakat untuk tetap memperhatikan cuaca. 
 
"BMKG sudah bekerja sama dengan lokasi wisata untuk memetakan mana saja yang berpotensi rawan bencana. Kami berharap masyarakat tidak memaksakan kehendak misal ke destinasi wisata yang diinginkan, libur kali panjang, masyarakat bisa memilih destinasi wisata lain sembari melihat kondisi cuaca," katanya, Selasa (24/12). 
 
Menurutnya, Jawa Timur saat ini terdampak bencana hidrometeorologi basah. Hal itu diakibatkan musim hujan yang terlambat dari Oktober menjadi Desember. Bencana hidrometeorologi basah adalah bencana hidrometeorologi yang terjadi akibat adanya cuaca ekstrem, seperti curah hujan hujan yang sangat lebat melebihi normalnya. "Otomatis intensitas hujan akan semakin tinggi," katanya. 
 
Sebelumnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan pada seluruh bupati/wali kota dan pengelola wisata agar siaga terhadap lonjakan pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain menghitung kapasitas tempat rekreasi, pengelola juga wajib berkoordinasi dengan petugas keamanan untuk keamanan dan kelancaran akses wisata.
 
SE tersebut dikeluarkan berdasarkan Kementerian Perhubungan yang memaparkan hasil survei pergerakan Nataru 2024/2025, yang memprediksi jumlah mobilitas penduduk mencapai 110,67 juta pergerakan.
Kemudian, jumlah penumpang di terminal diprediksi sebanyak 2,5 juta, penyeberangan 1,6 juta, di stasiun 6,8 juta, di pelabuhan 1,3 juta, serta di bandara 8,2 juta.
 
Diketahui, Jatim jadi salah satu tujuan favorit rekreasi pada libur Nataru. "Pengelola objek wisata juga wajib memantau cuaca. Kami meminta semunya mewaspadai cuaca ekstrem. Sebab bencana bisa terjadi kapan pun," kata Evy. 
 
"Saat ini, sebagian wilayah Jatim memang dilanda bencana. Tidak saja banjir. Ada angin kencang dan longsor. Yang perlu diketahui, setiap pengelola juga harus menyiapkan jalur evakuasi," imbuhnya.
 
Evy mengaku sudah melakukan pengecekan kesiapan. Bahkan menurutnya sejumlah destinasi wisata dicek kesiapannya. "Salah satu yang disoroti yakni keberadaan wahana anak. Pengelola wisata wajib melakukan pengecekan agar tak terjadi insiden yang merugikan," tegasnya.
 
Lebih lanjut Evy mengatakan pada libur Nataru tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan tahun lalu mencapai 8,7 juta. Menurutnya tahun ini jumlahnya diprediksi bertambah. "Diperkirakan akan ada 9 juta wisatawan yang berkunjung ke wilayah Jatim," katanya.
 
"Tujuannya beragam, seperti Jatim Park, Bromo, Kawah Ijen, Telaga Sarangan dan Kebun Binatang Surabaya.  Puncak liburan terjadi pada 25 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025," pungkasnya. (mus)
Editor : Jay Wijayanto
#Adhy Karyono #wisata akhir tahun #pj gubernur jatim #libur nataru