Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bocah Terseret Banjir di Babatan Wiyung Surabaya Masih Belum Ditemukan, Korban Saat Tercebur Selokan Terekam CCTV

M. Mahrus • Rabu, 25 Desember 2024 | 06:02 WIB
SEBELUM TERSERET ARUS: Rekaman CCTV saat korban (panah merah) tercebur selokan kemudian hilang terbawa arus
SEBELUM TERSERET ARUS: Rekaman CCTV saat korban (panah merah) tercebur selokan kemudian hilang terbawa arus

RADAR SURABAYA - R, seorang bocah laki-laki usia kurang lebih 3, 5 tahun yang tercebur selokan dan hilang terbawa arus banjir di RT 05 RW 02 Babatan, Wiyung, Surabaya, Selasa (24/12) sore, masih belum ditemukan.

Jasad korban sudah dilakukan pencarian oleh warga, kepolisian, BPBD, Basarnas, Satpol PP dan jajaran terkait. Namun hingga pukul 21.00 korban belum ditemukan.

Berdasarkan rekaman CCTV yang ada di rumah warga sekitar lokasi, awalnya korban bermain hujan-hujan bersama dua temannya di gang Jalan Babatan II F RT 05 RW 02 Babatan, Wiyung Selasa (24/12), sekitar pukul 15.34.

Saat itu hujan deras turun di sekitar lokasi. Salah seorang teman perempuan korban seperti menunjukkan aliran air di selokan.

Tak lama kemudian korban melihat arus air di saluran air.

Dia berjalan ke selokan yang banjir dan tercebur selokan. Korban lalu hilang tenggelam dan terseret arus banjir.

Teman korban lalu melapor ke budenya. Kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke pengurus kampung, pihak kepolisian dan Command Center 112.

Kapolsek Wiyung Kompol Agus Slamet Sumbono mengatakan, setelah kejadian petugas gabungan bersama warga sudah melakukan pencarian.

Pencarian dilakukan mulai lokasi awal korban tercebur selokan. Kemudian dilakukan penyisiran di selokan hingga ke sungai kawasan perumahan Royal Residence.

"Untuk korban R usia tiga tahun setengah masih belum ditemukan. Pencarian sementara dihentikan malam ini dan dilanjutkan besok pagi," ungkapnya, Selasa (24/12).

Ia menjelaskan, korban tinggal bersama pengasuhnya. Sementara untuk kedua orang tuanya Mustainah dan Salim bekerja di Malaysia.

"Orang tuanya di Malaysia. Korban diasuh orang lain tinggal di kos RT 05 RW 02 Babatan, Wiyung," terangnya. (rus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #hujan #bocah terseret arus #wiyung #tercebur selokan #banjir