Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Viral! Pengawas SPBU Kurungan Nyawa Lampung Alami 9 Luka Tusuk saat Duel dengan Pelaku Jambret

Jay Wijayanto • Rabu, 25 Desember 2024 | 03:42 WIB
Tangkapan layar pengeroyokan pelaku jambret di SPBU Kurungan Nyawa Lampung.
Tangkapan layar pengeroyokan pelaku jambret di SPBU Kurungan Nyawa Lampung.

RADAR SURABAYA – Pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kurungan Nyawa, Kabupaten Pesawaran, Lampung, mengalami 9 luka tusuk usai mencoba menggagalkan aksi pelaku jambret pada Senin (23/12) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kronologi kejadian bermula ketika korban Madihah, 56, tengah mengisi BBM di SPBU Kurungan Nyawa. Kebetulan kaca depan mobil terbuka sehingga memudahkan pelaku mengambil tas milik korban.

Namun, aksi pelaku segera diketahui oleh pengawas SPBU dan pengendara lain yang sedang mengantre sehingga langsung meneriaki pelaku.

"Di saat sedang mengisi BBM, karena kaca depan mobil terbuka, tiba-tiba jambret itu mengambil tas, saya kaget lalu berteriak, dan datanglah seorang pengamanan SPBU mengejar dan menangkap pelaku sehingga pelaku sempat dipukuli warga di lokasi kejadian," kata Madihah.

Pengawas SPBU mencoba menggagalkan aksi pelaku dengan mengajak duel bersama. Tas milik korban berhasil direbut kembali.

Akan tetapi dalam duel tersebut, pelaku mengeluarkan pisau kecil dan menusuknya hingga 9 kali di bagian tangan kanan, tangan kiri, serta kaki kiri.

Akibatnya korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) untuk mendapat penanganan medis.

“Masyarakat dan petugas SPBU sempat memberikan perlawanan untuk mengamankan pelaku, sehingga tas korban dapat diambil kembali. Ketika hendak mengamankan pelaku, ternyata pelaku memberikan perlawanan dengan mengeluarkan senjata tajam jenis pisau," terang Kasat Reskrim Polres Pesawaran Iptu Devrat Aolia Afran.

Tidak hanya pengawas SPBU, dalam video yang tersebar di media sosial juga memperlihatkan beberapa pengendara lain turut menghajar pelaku.

Meskipun sempat tergeletak di tanah, pelaku masih berhasil melarikan diri karena mengeluarkan senjata tajam.

“Karena pelaku membawa senjata tajam, masyarakat merasa takut untuk mengamankan, pelaku kabur mengendarai kendaraan bermotor," tambahnya.

Atas kejadian ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan, olah TKP, memeriksa CCTV di sekitar lokasi kejadian serta meminta keterangan saksi-saksi. 

"Kami juga telah meminta keterangan saksi-saksi dan melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Sementara ini korban juga telah melapor ke Polsek Gedongtataan, dan tentu kami akan mendalami kasus ini," pungkasnya.

Aksi penjambretan ini menjadi viral di media sosial usai diunggah oleh akun Instagram @kupas_lampung pada Senin (23/12).

Dalam video berdurasi 21 detik itu memperlihatkan pelaku jambret dan pengawas SPBU yang tergeletak di tanah.

Sementara pengendara lain berusaha memukul pelaku jambret dengan alat-alat yang ada di sekitar. Namun, warga segera menjauh saat pelaku terlihat mengeluarkan senjata tajam.

Video ini menjadi viral hingga mendapat 13,1 juta penayangan. Banyak warganet yang menyayangkan mengapa pelaku gagal diamankan padahal banyak warga di sekitar lokasi kejadian.

“Kok bisa lari, padahal rame kayak gitu,” tulis akun @rid***

“Tabung gas nganggur aja gitu?” tulis akun @arf***

“Udah bonyok masih bisa kabur bawa motor, luar biasa,” tulis akun @ren***

“Asli gregetan bgt segitu banyaknya orang bukannya langsung di pegang tangannya pelaku, itu kan posisinya lagi duel di bawah. Malah pada sibuk ngegetokin kacau kacau,” tulis akun @faj*** (sas/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#penjambretan #lampung #spbu