Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Anak-Anak Kreatif Membuat Pohon Natal Daur Ulang di Surabaya

Lambertus Hurek • Selasa, 24 Desember 2024 | 20:07 WIB
Salah satu peserta lomba membuat pohon Natal daur ulang di Surabaya. (IST)
Salah satu peserta lomba membuat pohon Natal daur ulang di Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA - Kegiatan lomba membuat pohon Natal Bina Iman Anak Katolik (BIAK) se-Kevikepan Surabaya Selatan berlangsung meriah di Paroki St. Yohanes Pemandi, Wonokromo, Surabaya. Peserta diwajibkan membuat pohon Natal dari barang-barang bekas, sampah, sisa kain, kertas bekas, dan sebagainya.

Lomba diikuti oleh tujuh paroki di Surabaya dan Sidoarjo. Yakni Santa Maria Anuntiata (Sidoarjo), Salib Suci (Waru), Santo Paulus (Juanda, Sidoarjo), Roh Kudus (Rungkut), Gembala Yang Baik (Jemur Handayani), St. Yohanes Pemandi (Wonokromo), dan Katedral Hati Kudus Yesus (Polisi Istimewa).

Dalam perlombaan menghias pohon Natal, kreativitas anak-anak benar-benar diuji. Salah satu kelompok yang menarik perhatian adalah tim BIAK dari Paroki St. Paulus-Juanda.

Mereka memanfaatkan bahan-bahan daur ulang seperti kertas bungkus makanan, gelas kertas, kain spunbond bekas tas belanja, tutup botol, dan bahan lain yang biasanya dianggap sebagai sampah. Dengan kreativitas yang tinggi, mereka mampu mengubah barang-barang sederhana tersebut menjadi pohon Natal yang indah dan unik.

"Anak-anak sangat antusias membuat pohon Natal sesuai dengan konsep yang sudah disiapkan. Mereka saling bekerja sama untuk mengemas karya yang indah. Semua pohon Natal hasil karya anak-anak bagus-bagus, termasuk dari peserta yang belum menang dalam lomba ini," ungkap Veronika, salah satu pembina BIAK.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengajarkan kreativitas, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan. "Kami ingin menunjukkan bahwa barang bekas bisa memiliki nilai jika kita kreatif. Semoga semangat daur ulang ini dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga tidak perlu lagi membeli pohon Natal baru di toko," katanya.

Lomba ini dimenangkan oleh Paroki St. Yohanes Pemandi sebagai juara pertama, disusul oleh Paroki St. Paulus, Juanda, di posisi kedua, dan Paroki Gembala Yang Baik, Jemur Handayani, sebagai juara ketiga.

Acara ini tidak hanya menunjukkan semangat kompetisi, tetapi juga mengajarkan nilai iman, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. "Semoga anak-anak terus semangat bertumbuh dalam iman dan rajin mengikuti kegiatan BIAK," pesan para pembina di akhir acara. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#pohon natal daur ulang #Pohon Natal unik di Surabaya #BIAK Surabaya #Pohon Natal 2024