Dengan konsep pasar bersih, terorganisasi, dan ramah lingkungan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap Pasar Karah dapat menjadi standar baru bagi pengelolaan pasar tradisional di Surabaya.
“Kita lihat di pasar ini sudah tidak ada becek lagi. Pasar ini terdiri dari dua jenis, yaitu pasar kering dan pasar basah, serta ada juga pedagang kue dan jajanan,” kata Eri usai meresmikan Pasar Karah, Senin (23/12).
Eri mengungkapkan, Pasar Karah menjadi langkah awal menuju target pengembangan seluruh pasar di Surabaya menjadi pasar modern pada 2025 sampai 2027 mendatang.
Dengan jumlah pedagang sebanyak 230, pasar ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pembeli dan mendongkrak omzet pedagang.
“Saya berharap nanti semua pasar di Surabaya bisa seperti Pasar Karah ini. Harapannya, dengan model begini, insyaallah omzet pedagang akan meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa stabilitas harga bahan pokok juga menjadi perhatian di Pasar Karah.
Apabila terjadi kenaikan harga bahan pokok di tingkat distributor, Pemkot Surabaya berencana memberikan subsidi angkutan untuk menekan lonjakan harga.
“Kalau ada kenaikan harga, biasanya itu sejak kulaknya (distributor) sudah naik. Contohnya cabai atau telur. Kami sedang berhitung, jika kita subsidi angkutannya, maka berapa kenaikannya bisa ditekan. Dengan begitu, kenaikan harga tidak terlalu tinggi,” terangnya.
Pasar Karah juga mengusung konsep ramah lingkungan dengan mengintegrasikan sistem pengelolaan limbah yang modern.
Di area pasar basah misalnya, dia meminta saluran limbah dilengkapi dengan keran khusus yang alirannya terhubung langsung ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Di pasar basah (khusus untuk daging dan ikan segar), salurannya diberi keran. Ketika pasar selesai operasionalnya, petugas pasar akan membuka keran tersebut sehingga limbah dari saluran langsung masuk ke IPAL. Dengan cara ini, pasar tidak kotor dan tidak bau,” jelas Eri.
Dengan transformasi pasar tradisional menjadi pasar modern, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk menciptakan ruang usaha yang lebih layak dan menguntungkan bagi pedagang.
Pasar-pasar di Surabaya nantinya akan dibuat senyaman mungkin dan dilengkapi peralatan yang memadai seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
“Makanya, Pasar Karah ini kita jadikan pilot project. Apa pun yang kurang, kita tambahkan. Standar ini akan kita gunakan untuk pasar-pasar lain di Surabaya,” pungkasnya.
Melalui pengembangan pasar modern, Pemkot Surabaya optimistis dapat menghadirkan lingkungan pasar yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah persaingan dengan pusat perbelanjaan modern. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari