Sebanyak 903 wisudawan dari program doktor, magister, sarjana, dan vokasi resmi dilepas untuk berkiprah di masyarakat.
Wisuda kali ini diwarnai dengan momen istimewa, yaitu dikukuhkannya dua tokoh penting sebagai wisudawan doktor yakni Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
AHY, yang meraih gelar doktor di bidang Ilmu Sosial dan Politik ini mengajak para wisudawan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama berkuliah.
"Hidup adalah universitas abadi. Setiap jatuh bangun yang dialami dalam hidup merupakan pelajaran berharga yang harus dinikmati dan dijadikan motivasi untuk melangkah lebih jauh,” kata AHY.
Dia menekankan bahwa ilmu yang didapatkan bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia.
Sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY berharap ilmu yang didapatkannya dari pendidikan S3 PSDM di Unair dapat menjadi bekal dalam mengemban amanah mendukung pemerintah mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Semoga pendidikan yang saya tempuh di sini dapat membekali saya untuk berkontribusi membangun infrastruktur yang berkelanjutan. Dengan begitu, ilmu yang saya dapat dari Unair bisa membawa dampak positif bagi pertumbuhan negara Indonesia,” ungkapnya.
AHY mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi demi kemajuan Indonesia yang unggul dan sejahtera.
"Mari bertemu dalam semangat sinergi dan kolaborasi. Bersama-sama, kita bisa menghadapi tantangan dan menjadikan Indonesia negara yang lebih maju,” imbaunya.
Sementara itu, Eri Cahyadi, yang meraih gelar doktor di bidang Ilmu Administrasi Publik, memaparkan disertasinya tentang Orkestrasi Kesehatan Organisasi Publik untuk Pengembangan Kapabilitas Perubahan dan Peningkatan Kinerja.
Cak Eri, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa selama menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, dia telah menerapkan nilai-nilai kesehatan organisasi tersebut di Pemerintahan Kota Surabaya.
Cak Eri mengungkapkan akan banyak menerapkan hasil penelitian dan keilmuannya dalam menjalankan tugas sebagai Wali Kota Surabaya di periode yang akan datang.
“Insyaallah dengan ilmu yang saya pelajari sekaligus dengan kesempatan yang ada, akan banyak lagi perubahan-perubahan di pemerintah kota yang InsyaAllah akan ada manfaatnya untuk pemerintah kota, sehingga bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi untuk masyarakat,” kata Eri.
Pada momen wisuda yang bertepatan dengan Hari Ibu, Cak Eri berpesan kepada para mahasiswa untuk selalu menghormati sosok Ibu. Menurutnya, Ibu merupakan sosok penting yang menjadi guru dan memberikan pemahaman moral kepada anak-anaknya.
Wisuda Unair kali ini menjadi momen yang inspiratif bagi para wisudawan, di mana dua tokoh penting berbagi motivasi dan pengalaman mereka dalam meraih pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi masyarakat.
Semoga para wisudawan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri dan bangsa. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari