RADAR SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar rapat pengarahan terkait sinkronisasi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah di Graha Sawunggaling, Kamis (19/12).
Rapat tersebut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Direktur Eksekutif I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Alwis Rustam, serta jajaran kepala perangkat daerah, camat, dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.
Wamendagri Bima Arya Sugiarto menyampaikan pentingnya efisiensi anggaran dalam mendukung program strategis nasional, seperti target pertumbuhan ekonomi, program makan bergizi gratis (MBG), dan ketahanan pangan.
Ia menekankan bahwa penghematan perlu dilakukan pada hal-hal yang tidak mendesak, seperti perjalanan dinas, seremoni, alat tulis kantor, dan konsumsi.
“Kemendagri mengingatkan agar semua kota-kabupaten memahami prinsip efisiensi anggaran. Mana yang harus diprioritaskan dan mana yang bisa diminimalkan, kecuali yang sifatnya benar-benar darurat,” ujar Wamendagri Bima Arya.
Dalam arahannya, Bima Arya memuji Pemkot Surabaya atas keberhasilannya merealisasikan APBD secara efektif dan efisien.
Ia menyebut Surabaya sebagai contoh praktik terbaik (best practices) yang patut dicontoh oleh daerah lain.
“Surabaya ini justru contoh yang baik. Banyak kota yang harus diingatkan, tapi Surabaya mampu menunjukkan efisiensi anggaran tanpa mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya dalam memanfaatkan sumber pendanaan alternatif, seperti pinjaman dari World Bank. Menurutnya, langkah ini menunjukkan keberanian dan keseriusan dalam mempercepat pembangunan tanpa membebani fiskal pemerintah pusat.
“Surabaya mampu menjalani proses panjang untuk mendapatkan pinjaman dari World Bank, yang sering dihindari daerah lain. Pemerintah pusat tentu mendukung dan memberikan rekomendasi untuk pendanaan seperti ini,” terangnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan komitmen Pemkot Surabaya untuk membantu pemerintah pusat dengan cara efisiensi anggaran.
Ia menjelaskan, Surabaya telah menyiapkan strategi pembiayaan pembangunan melalui pinjaman dari lembaga seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan bank lain.
“Kami sudah menyiapkan pembiayaan melalui SMI. Saat ini kami masih negosiasi besaran bunga. Kami berharap Wamendagri dapat membantu kami dan kota-kota lain di Indonesia,” jelas Eri.
Ia juga menyampaikan bahwa usulan pembiayaan sebesar Rp 5 triliun dari SMI akan digunakan untuk mempercepat pembangunan di Surabaya, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo.
“Hari ini seluruh lurah, camat, kepala dinas, hingga asisten siap menunggu arahan Pak Wamendagri. Surabaya akan terus mendukung pemerintah pusat dengan memanfaatkan fiskal yang ada,” pungkasnya.
Pengarahan ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari