RADAR SURABAYA – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya pada Rabu (18/12) kemarin menyebabkan bangunan tua berlantai dua di Banyu Urip Wetan I A No. 107, Kecamatan Sawahan, ambruk. Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini membuat 61 warga dari 20 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa gedung yang dikenal sebagai "Gedung Setan" itu runtuh akibat kombinasi hujan deras dan usia bangunan yang sudah tua.
“Saat kejadian, tim kami segera merespons setelah menerima laporan. Kami melakukan evakuasi penghuni dan mendata kerusakan untuk memastikan tidak ada korban jiwa,” ujar Hebi.
Gedung seluas 20 x 20 meter tersebut dihuni oleh 9 KK di lantai 1 dan 9 KK di lantai 2. Atap lantai dua sepenuhnya ambruk, menyebabkan kerusakan parah. Dua rumah di luar gedung juga terdampak, dengan bagian atap yang ikut ambrol.
Sebanyak 61 penghuni, termasuk lansia dan anak-anak, dievakuasi ke Balai RW 6 untuk mendapatkan tempat tinggal sementara.
“Bangunan ini sudah tua. Saat ini, penghuni mengungsi sementara di balai RW dengan bantuan logistik yang telah kami siapkan,” tambah Hebi.
Pemkot Surabaya melalui BPBD langsung menyalurkan berbagai bentuk bantuan, antara lain 60 bantal dan selimut, 19 family kit dan 5 kidswear, 120 paket makanan siap saji, 20 paket sembako, serta tambahan gizi dan lauk pauk.
Selain itu, ada juga bantuan permakanan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi selama 10 hari. “Kami memastikan mereka mendapatkan permakanan tiga kali sehari,” jelas Hebi.
Selain BPBD, berbagai pihak seperti Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), serta Polsek Sawahan turut serta dalam penanganan insiden ini.
Hebi juga mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap bangunan tua, terutama saat musim hujan. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap bangunan tua di Surabaya, terutama di wilayah padat penduduk, untuk memastikan keselamatan warga di kemudian hari. (*)
Editor : Lambertus Hurek