RADAR SURABAYA - Ratusan buruh dari berbagai elemen massa menggelar aksi di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (18/12). Mereka menunggu putusan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) yang dijadwalkan keluar pada malam hari.
Aksi ini sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut. Kendaraan yang melintas di sekitar lokasi terpaksa melambat akibat salah satu jalur tertutup oleh massa aksi dan kendaraan pendukung, seperti truk dan pikap. Namun, setelah petugas kepolisian meminta agar kendaraan dipinggirkan, arus lalu lintas kembali normal.
Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, AKBP Edi Hartono, menjelaskan bahwa massa buruh memilih bertahan hingga keputusan UMSK dikeluarkan. “Mereka menunggu keputusan yang biasanya baru diumumkan pada malam hari, bahkan hingga dini hari,” ujarnya.
Edi juga menambahkan, meski aksi berlangsung damai, massa sempat memblokir satu jalur jalan, sehingga terjadi kepadatan lalu lintas selama sekitar satu jam. Namun, setelah dilakukan pengaturan, kondisi di lokasi kembali lancar.
Sehari sebelumnya, aksi serupa juga berlangsung hingga pukul 22.00 sebelum massa membubarkan diri. Untuk menghindari kemacetan lebih lanjut, petugas mengarahkan para buruh ke sisi seberang jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Aksi buruh di depan Gedung Grahadi ini merupakan bagian dari perjuangan mereka untuk mendapatkan keputusan UMSK yang sesuai dengan tuntutan mereka. Meski begitu, pihak kepolisian terus berjaga untuk memastikan aksi berjalan kondusif. (*)
Editor : Lambertus Hurek