Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Gelar Bazar Tani Vol. 3 di Arena CFD untuk Wujudkan Urban Farming dan Ketahanan Pangan

Jay Wijayanto • Minggu, 15 Desember 2024 | 21:07 WIB
HASIL URBAN FARMING: Warga membeli produk pertanian saat Bazaar Tani di sela CFD di Jalan Raya Darmo, Surabaya.
HASIL URBAN FARMING: Warga membeli produk pertanian saat Bazaar Tani di sela CFD di Jalan Raya Darmo, Surabaya.

RADAR SURABAYA-Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan urban farming melalui Bazar Tani Vol. 3: Dapurbara – Dodolan Produk Urban Farming Surabaya. Acara yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya ini berlangsung di kawasan Car Free Day Taman Bungkul, Minggu (15/12).

Dalam acara ini, 10 Kampung Sayur terbaik Surabaya hadir memamerkan hasil panen unggulan mereka. Mulai dari sayuran hidroponik segar hingga produk olahan khas berbasis hasil pertanian perkotaan. Beberapa kampung sayur yang berpartisipasi antara lain seperti Kampung Sayur Oase Songo asal Simomulyo Baru, Sukomanunggal.

Lalu ada Kampung Sayur Gangnam asal Rojo Kalidami, Mojo, Gubeng. Kemudian Kampung Sayur Tambaksari Jaya asal Mundu, Tambaksari. Kegiatan ini juga melibatkan produk inovasi seperti camilan sehat, minuman herbal, hingga permainan edukatif seperti ular tangga.

Selain bazar, pengunjung dapat mengikuti program edukasi urban farming melalui Eduwisata Kampung Sayur. Eduwisata ini menghadirkan teknik bercocok tanam modern, seperti hidroponik, serta pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk.

 

Warga juga memanfaatkan wahana permainan ular tangga di arena CFD Jalan Raya Darmo Surabaya.
Warga juga memanfaatkan wahana permainan ular tangga di arena CFD Jalan Raya Darmo Surabaya.

Kepala DKPP Surabaya Antiek Sugiarti, menegaskan bahwa acara ini merupakan wujud nyata kolaborasi dan edukasi dalam memperkuat ketahanan pangan di Surabaya. Bazar Tani ini adalah salah satu strategi Pemkot Surabaya untuk memperkenalkan produk Kampung Sayur sekaligus mempromosikan urban farming kepada masyarakat.

"Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai pihak," kata Antiek.

Antiek menambahkan, Kampung Sayur Surabaya (KaSurBoyo) merupakan bagian dari upaya kota dalam mengoptimalkan lahan perkotaan untuk budidaya tanaman produktif. Menurut dia, pemkot ingin menunjukkan kalau urban farming ini memiliki manfaat di segala bidang.

“Kami ingin menunjukkan bahwa urban farming bukan hanya untuk penghijauan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi warga. Ke depan, kami akan terus memperluas jaringan Kampung Sayur di Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Marketing and Promotion Eduwisata Pertanian Perkotaan MSIB Batch 7 DKPP Kota Surabaya, Adi Candra menambahkan, Bazar Tani ini dibandingkan tahun lalu mendapatkan animo masyarakat yang lebih banyak.

Hal ini menurut dia dilihat dari produk unggulan KASURBOYO yang banyak terjual. "Bazar Tani Vol. 3 bukan sekadar acara pasar tani biasa. Ini adalah langkah nyata Surabaya untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong keberlanjutan melalui inovasi urban farming," pungkasnya. (dim)

Editor : Jay Wijayanto
#urban farming #ketahanan pangan #bazar tani #pemkot surabaya #Kampung Sayur