Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Expo dan Expose 2025, Jadi Ajang Unjuk Kompetensi dan Prestasi Siswa

Mus Purmadani • Jumat, 13 Desember 2024 | 02:27 WIB

 

SOFT SKILL: Kepala Dispendik Jatim Aries Agung Paewai (kanan) melihat hasil kompetensi siswa SMK dalam Expo dan Expose 2025.
SOFT SKILL: Kepala Dispendik Jatim Aries Agung Paewai (kanan) melihat hasil kompetensi siswa SMK dalam Expo dan Expose 2025.

RADAR SURABAYA - Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dispendik Jatim) menggelar Expo dan Expose 2025 sebagai ajang unjuk karya dan kompetensi siswa SMK.

Kegiatan yang akan digelar hingga 14 Desember 2024 ini melibatkan 2.167 SMK di Jawa Timur dengan lebih dari 44 bidang keahlian.

Kepala Dispendik Jatim, Aries Agung Paewai mengungkapkan, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Jatim.

Selain itu juga untuk mencetak lulusan SMK yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang tinggi tetapi juga memiliki soft skill yang dibutuhkan dunia kerja.

"Perkembangan teknologi di dunia Industri saat ini cukup cepat. Kita berharap dengan adanya kegiatan seluruh siswa kita akan melihat secara langsung bahwa Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) saat ini sudah menggunakan teknologi yang sangat canggih maka oleh sebab itu sarana prasarana sekolah harus menyesuaikan dengan kondisi dunia usaha dan industri," tegasnya di Grand City Surabaya, Kamis (12/12).

Selain itu, dalam kegiatan ini juga diadakan workshop untuk tenaga kependidikan untuk menyamakan kemampuannya dengan kebutuhan industri untuk meningkatkan kompetensi dalam mengajar siswa SMK.

"Siswa kita bisa menangkap peluang kerja ini dengan berbagai kolaborasi yang kita lakukan bersama dengan dunia industri dan dunia usaha," lanjutnya.

Aries menegaskan, perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi lulusan SMK. Selain itu, kebijakan pemerintah juga bisa berdampak terhadap DUDI, hilirisasi industri dan mental generasi gen Z.

Sementara itu, Kabid SMK Dispendik Jatim, Anny Saulina menambahkan, kegiatan ini diikuti 215 siswa yang mewakili 44 bidang keahlian SMK dihari pertama.

Di samping itu, juga dilakukan penandatanganan kerjasama atau MoU dengan 317 DUDI yang akan diteruskan ke masing-masing SMK di Jatim.

Para siswa yang mengikuti kegiatan ini membawa hasil inovasi mereka yang sempat memperoleh juara 1,2 dan 3 dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat provinsi Jawa Timur dan nasional. Bahkan beberapa karya juga berhasil meraih juara di kompetisi dunia.

"Masyarakat tahunya sekolah menang lomba, tapi tidak tahu secara pasti apa yang dimenangkan. Dan disini kami menunjukkan apa saja kompetensi siswa SMK yang berhasil menjadi juara," urainya.

Selain itu, tiap inovasi yang dibuat siswa juga sudah terintegrsi dan dikembangkan sesuai kebutuhan industri.

Sehingga industri juga bisa melihat bahwa kompetensi yang diajarkan di SMK saat ini sudah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

"Seperti robotisasi yang kini lebih detail lagi, tidak hanya pengelasan yang yang bersifat manual. Kemudian kalau di pertanian sudah agrikultur 4.0 seperti sudah menggunakan drone dan pendekatan-pendekatan Smart System," jelasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Grand City Surabaya #dinas pendidikan jawa timur #soft skill #smk #kompetensi siswa