RADAR SURABAYA - Awas, bagi perempuan jangan mudah percaya bila diajak keluar oleh orang yang baru dikenal melalui media sosial (medsos). Bisa jadi itu modus pelaku kejahatan.
Hal itu seperti yang dialami seorang perempuan M, 29, asal Bangkalan. Dia menjadi korban penipuan dan penggelapan motor dengan modus diajak jalan-jalan ke salah satu mal di Surabaya oleh teman lelakinya Junaedi, 33, warga Bangkalan yang baru dikenal di medsos.
Beruntung, setelah dilaporkan korban ke polisi pelaku akhirnya ditangkap Tim Anti Bandit Polsek Sukomanunggal, Surabaya.
Kapolsek Sukomanunggal Kompol Zainur Rofik melalui Kanit Reskrim Ipda Eko Yudha menjelaskan, korban awalnya kenal dengan pelaku melalui medsos. Setelah terlibat komunikasi intens, kemudian saling komunikasi melalui WhatsApp (WA).
Pelaku lalu meminta korban menjemput dan bertemu di sekitar Suramadu Minggu (8/12) pagi. Saat itu korban mengendarai motor Honda Scoopy nopol M 3601 IA menjemput tersangka.
Kemudian setelah bertemu pelaku mengajak korban jalan-jalan ke ITC Mal Surabaya. Korban saat itu tidak menaruh rasa curiga. Setelah diajak jalan-jalan, tanpa sadar kunci motor sudah di tangan tersangka. Kemudian tersangka sempat pamitan ke kamar mandi mal sebentar.
Namun setelah ditunggu lama oleh korban, tersangka tak kunjung kembali. Kemudian korban ke parkiran motor dan mengetahui motor sudah raib.
"Saat jalan-jalan di mal itu tersangka meningalkan korban sendiri. Motor lalu dibawa kabur," ungkapnya, Kamis (12/12).
Merasa ditipu dan motornya dibawa kabur teman lelakinya, korban lalu melapor ke polisi. Menindaklanjuti laporan korban Tim Anti Bandit Polsek Sukomanunggal lalu melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Belum ada 1 x 24 jam pelaku akhirnya diringkus.
"Tersangka ditangkap di depan minimarket Jalan Sukomanunggal," terangnya.
Kini tersangka telah ditahan. Polisi masih melakukan pengembangan terhadap sepak terjang tersangka. "Pengakuan sementara satu kali. Tapi masih didalami," tandasnya. (rus)
Editor : Lambertus Hurek