RADAR SURABAYA - Seorang pelajar berinisial CW, 14, menjadi korban bullying di salah satu sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Surabaya. Korban sudah melaporkan apa yang dialaminya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
CW menceritakan jika sempat mengalami pemukulan, diancam menggunakan senjata tajam (sajam) hingga ditelanjangi.
"Saya ditelanjangi dan kemaluan saya diremas. Ada teman perempuan yang melihat saat itu. Saya sampai mikir mau bunuh diri," ungkap korban dalam video yang viral di media sosial.
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak sudah melakukan penyelidikan kasus ini dan sudah melakukan pemeriksaan. Sebanyak sembilan orang saksi sudah diperiksa.
"Kami juga sudah melakukan pendampingan terhadap korban dengan menggandeng DP3APPKB," kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Prasetyo.
Pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan psikiatri pada korban. Ini terkait dampak bullying yang dialaminya. "Kami akan lakukan pemeriksaan psikiatri pada korban terkait dampak psikologis yang dialaminya pasca perundungan hari ini (Rabu (11/12))," katanya.
Prasetyo mengungkapan, laporan pengaduan tersebut dilakukan orang tua korban dan kuasa hukumnya pada 11 Oktober lalu. Pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan secara bertahap.
"Kami terus memproses dan menyelidiki laporan tersebut. Termasuk meminta keterangan pelapor, terlapor, hingga pihak sekolah," jelasnya.
Pihak kepolisian memastikan laporan tersebut akan terus ditindaklanjuti. Apalagi kasus tersebut melibatkan anak dibawah umur. Korban dan terlapor merupakan teman sekolah di salah satu SMPN di Surabaya.
"Kami juga berhati-hati dalam kasus ini agar tidak menyebabkan trauma pada anak," ujarnya. (gun)
Editor : Lambertus Hurek