RADAR SURABAYA – Ribuan ikan ditemukan mati di Danau Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Rabu pagi, memunculkan bau tak sedap yang mengganggu warga sekitar.
“Pantesan waktu lewat di sana kok tercium bau gak enak, ternyata bangkai ribuan ikan,” kata Fauzi, salah seorang warga yang melintas di sekitar danau.
Peristiwa ini mengejutkan mahasiswa dan masyarakat yang sering memanfaatkan area tersebut untuk bersantai. Aktivis lingkungan asal Sidoarjo, Beni, menyebut fenomena ikan mati di danau sebagai sesuatu yang jarang terjadi.
“Biasanya, kasus seperti ini kerap terjadi di sungai besar seperti Brantas, Surabaya, atau Kali Porong, terutama saat musim kemarau karena debit air yang berkurang. Tapi kalau di danau, ini langka,” ujarnya.
Beni juga menekankan perlunya analisis mendalam terhadap kondisi air di danau, seperti pengukuran tingkat kebutuhan oksigen kimia (COD), serta faktor lingkungan lainnya.
“Ada kemungkinan ini juga akibat perbedaan suhu air yang ekstrem,” tambahnya.
Pihak Unesa telah menurunkan tim investigasi untuk memeriksa sampel air dan bekerja sama dengan ahli lingkungan guna memastikan penyebabnya. Hingga saat ini, dugaan awal mengarah pada perubahan suhu air yang drastis, yang memengaruhi kadar oksigen di danau. (*)
Editor : Lambertus Hurek