Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dorong Penguatan Kota Layak Anak, Pemkot Surabaya Hadirkan Ruang Bermain Ramah Anak di Taman Kota

Dimas Mahendra • Rabu, 4 Desember 2024 | 02:28 WIB

 

Surabaya memiliki 38 taman aktif yang telah dilengkapi dengan perabot bermain anak.
Surabaya memiliki 38 taman aktif yang telah dilengkapi dengan perabot bermain anak.

RADAR SURABAYA – Untuk mewujudkan Kota Layak Anak, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan berbagai upaya.

Salah satunya dengan menyediakan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di berbagai taman kota.

Hingga saat ini, sebanyak 38 taman aktif di Surabaya telah dilengkapi dengan perabot bermain anak.

Dua di antaranya sedang diajukan untuk mendapatkan sertifikasi RBRA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

“Hampir semua taman aktif itu ada (perabot bermainnya), total 38. Akan tetapi, yang sudah diaudit kemudian melalui proses untuk dinyatakan sebagai ramah anak baru dua yang diajukan tahun ini, yaitu Taman Cahaya dan Taman Flora,” kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Myrna Augusta Aditya Dewi, Selasa (3/12). 

Myrna menjelaskan, dua taman tersebut dipilih karena memenuhi beberapa aspek penting, termasuk akses masuk yang hanya satu pintu.

Berbeda dengan taman seperti Taman Bungkul atau Taman Apsari yang memiliki banyak akses terbuka.

“Sebenarnya ingin juga mendaftarkan Taman Bungkul dan Taman Apsari, tapi kan itu tidak ada pagarnya, semua sisi bisa masuk. Sementara ini, persyaratannya rumit dan detail,” jelasnya.

Kemen PPPA mensyaratkan taman yang diajukan harus memenuhi 13 aspek dengan 132 sub-persyaratan.

Aspek ini mencakup keamanan, kenyamanan, pencahayaan, hingga perabot bermain yang harus aman dan sesuai standar anak.

“Misalnya, dari sisi perabot, harus dilihat apakah ada lubang yang bisa berbahaya, atau apakah taman memiliki pagar dan tidak dekat dengan saluran air. Semua itu kita upayakan untuk dipenuhi,” imbuhnya.

DLH Surabaya memastikan bahwa taman aktif mendapatkan perawatan rutin dan diawasi setiap hari.

Selain petugas pelaksana lapangan yang bertugas merawat taman, ada juga Linmas yang berpatroli untuk menjaga keamanan.

 Baca Juga: Menolak Aborsi Kandungan, Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura Dibakar Pacar setelah Dibacok sampai Tewas

“Mereka memastikan tidak ada aktivitas yang melanggar, seperti merokok, membawa minuman keras, atau menggunakan mainan anak oleh orang dewasa,” kata Myrna.

DLH juga terus meningkatkan fasilitas di taman-taman Surabaya agar lebih ramah anak.

Selain perabot bermain, DLH ingin menjadikan taman sebagai tempat edukasi dengan memberikan informasi tentang jenis tanaman yang ada.

Myrna menambahkan, DLH berkolaborasi dengan berbagai instansi untuk meningkatkan fasilitas taman, seperti jalur disabilitas dan toilet ramah anak.

“Misalnya, perbaikan toilet dan jalur disabilitas kami koordinasikan dengan DPRKPP dan DSDABM. Kami tidak bisa bekerja sendiri,” ungkapnya.

Melalui langkah-langkah ini, DLH berharap Surabaya dapat secara bertahap menambah jumlah taman bersertifikasi RBRA setiap tahun dan mewujudkan visinya sebagai Kota Layak Anak Dunia.

“Harapannya tiap tahun kita tambah. Setiap tahun harus ada yang disertifikasikan. Upaya ini adalah bagian dari mewujudkan Surabaya sebagai kota ramah anak,” pungkas Myrna. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#kemen pppa #taman bermain #kota layak anak #pemkot surabaya #Taman Kota