RADAR SURABAYA – Seorang wanita membagikan peristiwa mengerikan yang baru saja dialaminya di foodcourt salah satu mal di Surabaya selatan pada Kamis (28/11) sekira pukul 15.50 WIB.
Saat itu dia bersama kedua temannya didatangi oleh pria lansia mengenakan kursi roda yang menyuruhnya mencium tangan pelaku sambil divideokan. Peristiwa ini dibagikan oleh korban melalui akun TikTok @sexyredbeanss pada Senin (2/12).
Kronologi kejadian awalnya bermula ketika korban bersama temannya didatangi oleh seorang pria lansia menggunakan kursi roda.
Pelaku meminta korban untuk memanggilkan turis India yang memang sempat berada di area foodcourt untuk berfoto bersama. Namun karena turis India telah pergi, pelaku pun bergabung bersama korban. Pelaku beralibi ingin berfoto dengan turis India tetapi terhalang bahasa sehingga meminta bantuan korban.
Kemudian pelaku dan korban mengobrol bersama. Tiba-tiba pelaku meminta korban untuk mencium tangannya sambil divideo satu per satu secara perlahan. Tentu saja korban menolak karena mereka tidak mengenal dan tidak tahu apa tujuan pelaku.
“28 nov r**** plaza surabaya sekitar pukul 15.50 diarea foodcourt, aku sm temen aku disamperin bapak-bapak lansia berkursi roda, si bpk ini mengaku kalau dia owner bubur terkenal di daerah sby dan dipastikan semua org yg tau harus salim cium tangan sama dia,” tulis akun tersebut.
Karena korban terus menolak, pelaku mengeluarkan jurus flexing harta bahwa dia adalah owner bubur terkenal di daerah Surabaya. Pelaku juga berdalih bahwa semua mahasiswa universitas se-Malang Raya dan Surabaya pasti mencium tangannya jika bertemu dan berterima kasih atas ilmu yang telah diberikan.
Bahkan, pelaku menunjukkan bukti video dokumentasi banyak perempuan yang mencium tangannya. Korban dalam video tersebut tidak hanya perempuan umur 20-an, tetapi juga pelajar SMP maupun SMA yang sedang nongkrong di foodcourt di berbagai mall maupun pusat keramaian lainnya.
Dalam video-video itu terlihat banyak korban yang tidak nyaman tetapi mereka tidak bisa menolak. Kemungkinan karena menghormati pelaku yang telah lansia.
Namun mengerikannya video-video para perempuan tersebut dikirimkan ke sebuah grup obrolan bernama “Keluarga Kelonan”. Korban menduga pelaku memiliki semacam fetish, yaitu gangguan seksual yang tidak lazim.
“Nah di tengah-tengah sebelum kita mulai tuh ya, tiba-tiba dia ngasih tahu di grupnya namanya grup Keluarga Kelonan. Dan dia tuh di situ ngirim banyak banget foto-foto sama cewek-cewek muda, gadis-gadis muda kayak aku gini terus abis itu ada videonya juga kayak mereka cium tangan si bapak ini,” ucap korban dalam videonya.
Saat kejadian, korban akhirnya dibantu oleh pramusaji untuk melaporkan kejadian tersebut ke security. Korban meminta pihak security untuk memantau pelaku bersama anak yang mendorong kursi rodanya.
Atas kejadian tersebut, korban mengimbau untuk para perempuan agar waspada dan melaporkan ke security apabila menemukan kejadian serupa. Korban takut bahwa modus pelaku tidak hanya fetish tetapi juga bisa jadi ingin melakukan gendam.
“Jadi hati-hati guys buat modus-modus yang kayak gitu. Aku takutnya tuh kayak dia tuh bertindak lebih jauh dan ternyata dia tuh kayak ngehipnotis gitu loh. Kebetulan juga kita lagi bawa barang-barang banyak. Pokoknya be careful guys kalau ada orang yang aneh-aneh, mending kalian langsung lapor aja ke pihak berwajib, kayak satpam dan lain-lain. Please tolong ini tuh gak sepele ya, soalnya dia tuh minta kontak fisik dan jangan mau diajak kontak fisik sama orang yang gak kita kenal meskipun itu cuma salaman doang,” tutupnya. (sas/jay)
Editor : Jay Wijayanto