RADAR SURABAYA - Perwakilan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melakukan uji coba pendataan rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di Kota Surabaya.
Pembangunan rusunami itu sebagai bentuk kebijakan pemerintah dalam merealisasikan tempat tinggal layak huni di Kota Pahlawan.
Pembangunan rusunami itu sebagai bentuk kebijakan pemerintah dalam merealisasikan tempat tinggal layak huni di Kota Pahlawan.
Baca Juga: Jalur KA Pohgajih-Kesamben Kembali Bisa Dilintasi Usai Tertutup Longsor, Perjalanan KA Dilakukan dengan Kecepatan Terbatas
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Deisy Puspitarini mengungkapkan, pemerintah kota berkomitmen untuk menyediakan tempat tinggal layak bagi warganya.
Hal ini terlihat dari sejumlah program yang dicanangkan oleh wali kota Surabaya Eri Cahyadi. Mulai dari program Dandan Omah yang menyasar rumah tidak layak huni (rutilahu). Kemudian menyediakan rusunami bagi warga yang sudah lulus dari rusunawa milik pemkot.
Maksud dari sudah lulus sebagai warga rusunawa ini adalah warga yang tergolong sudah bebas dari jeratan kemiskinan. "Kita menggandeng Kementrian PUPR untuk membuat kajian tentang pembangunan rusunami ini," kata Deisy saat dikonfirmasi Radar Surabaya.
Saat ini, jumlah antrean calon penghuni rusunawa memang tengah membludak. Angkanya bahkan melebihi 10 ribu keluarga. Hal ini tentu membuat pemkot harus bergerak cepat untuk mengatasi masalah antrean tersebut sesuai dengan taglinenya untuk menghadirkan permukiman yang layak huni bagi warganya.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Deisy Puspitarini mengungkapkan, pemerintah kota berkomitmen untuk menyediakan tempat tinggal layak bagi warganya.
Hal ini terlihat dari sejumlah program yang dicanangkan oleh wali kota Surabaya Eri Cahyadi. Mulai dari program Dandan Omah yang menyasar rumah tidak layak huni (rutilahu). Kemudian menyediakan rusunami bagi warga yang sudah lulus dari rusunawa milik pemkot.
Maksud dari sudah lulus sebagai warga rusunawa ini adalah warga yang tergolong sudah bebas dari jeratan kemiskinan. "Kita menggandeng Kementrian PUPR untuk membuat kajian tentang pembangunan rusunami ini," kata Deisy saat dikonfirmasi Radar Surabaya.
Saat ini, jumlah antrean calon penghuni rusunawa memang tengah membludak. Angkanya bahkan melebihi 10 ribu keluarga. Hal ini tentu membuat pemkot harus bergerak cepat untuk mengatasi masalah antrean tersebut sesuai dengan taglinenya untuk menghadirkan permukiman yang layak huni bagi warganya.
Baca Juga: Jorge Martin Tanggapi Sindiran Ducati dengan Kepala Dingin: Saya Tidak Menyesal Tinggalkan Mereka
"Sekarang PUPR sedang melakukan uji coba pendataan di Kota Surabaya dalam mendukung pelaksanaan proyek rumah susun milik di Tambak Wedi dan Sememi. Skema pembangunannya Build to Order (BTO)," ucap Deisy.
Nantinya, rusunami yang ada di area Jalan Tambak Wedi itu bakal memiliki 448 unit rumah. Sedangkan untuk yang di Sememi sebanyak 541 unit. Hingga saat ini, Rusunami yang sudah siap beroperasi baru yang berada di bawah naungan PT Yekape.
Pemerintah pun tengah mendorong agar warga yang sudah dinyatakan sejahtera bisa lepas dari rusunawan dan pindah ke rusunami. Sehingga unit di rusunawa bisa dimanfaatkan untuk warga kurang mampu lainnya yang saat ini tengah mengantre.
"Untuk rusunami yang ada di Tambak Wedi dan Sememi itu nantinya akan dibangun di atas aset pemkot oleh pihak ke-3 dengan sistem SKBG. Mengenai kapan start pembangunannya, kami belum bisa memastikan mas. Soalnya masih banyak tahap yang harus dilalui," pungkasnya. (dim)