Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Misionaris Terakhir Asal Italia, Romo Silvano Ponticelli CM, Meninggal Dunia di Surabaya  

Lambertus Hurek • Sabtu, 30 November 2024 | 12:44 WIB
Romo Silvano Ponticelli, CM, pastor asal Italia yang berpulang pada 30 November 2024 di Surabaya. (IST)
Romo Silvano Ponticelli, CM, pastor asal Italia yang berpulang pada 30 November 2024 di Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA - Romo Silvano Ponticelli CM, misionaris legendaris dari Kongregasi Misi (CM), meninggal dunia di Biara CM Jalan Kepanjen Surabaya, Rabu (29/11), pada usia 89 tahun. Pastor asal Italia itu berpulang karena gangguan kesehatan di usia senja.

Uskup Surabaya terpilih Monsinyur Agustinus Tri Budi Utomo menyebut mendiang sebagai misionaris CM yang unggul, terutama atas kiprahnya bagi umat Katolik di Ponorogo dan Pacitan.

Romo Armada Riyanto CM, sahabat sekaligus rekan almarhum, mengenang Romo Ponticelli sebagai sosok penuh dedikasi dan misionaris Italia terakhir dari Kongregasi Misi di Indonesia. "Saat bertugas di Ponorogo, Pacitan, Klepu, dan Slahung pada 1968-1980, beliau sering bekerja sendirian, hingga kehadirannya mengubah wajah Gereja dan pastoran menjadi rumah kedua bagi anak-anak dan muda-mudi," tuturnya.

Romo Armada juga mengenang kepribadian Romo Ponticelli yang unik. "Gaya 'mafioso'-nya yang tegas namun ramah dan humoris membuatnya mudah diterima di mana pun, bahkan beliau turut bermain sepak bola bersama para muda-mudi," ujarnya.

Kecintaan Romo Ponticelli pada kaum miskin sangat menonjol. Dalam masa sulit, ia kerap berupaya menyediakan bahan pangan bagi masyarakat. Banyak umat muda yang dibimbingnya kini menjadi tokoh masyarakat, biarawan-biarawati, hingga pengusaha sukses.

Menurut Romo Armada, Romo Ponticelli pernah menyampaikan keinginan untuk dimakamkan di salah satu stasi di Ponorogo sebagai wujud cintanya pada umat di sana. "Namun, bagi kami, rasa cinta beliau jauh lebih bermakna daripada tempat pemakaman," tambahnya.

Selain melayani di paroki, Romo Ponticelli juga mengemban tugas penting sebagai Direktur Suster Puteri Kasih Indonesia pada 2000-2006. Ia dikenal atas karya terjemahan surat dan konferensi Santo Vinsensius yang terus memberikan inspirasi hingga kini.

Meski kesehatannya menurun di masa senja, semangat pelayanan Romo Ponticelli tak pernah pudar. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi umat dan para konfraternya di Indonesia. (rek)

Editor : Lambertus Hurek
#Romo Silvano Ponticelli CM #Misionaris CM dari Italia #Provinsial CM di Surabaya #Uskup Surabaya yang baru Romo Didik