RADAR SURABAYA - Seorang pemuda berusia 23 tahun, CL, ditemukan tewas gantung diri di sebuah bangunan kosong bekas restoran di Jalan HR Muhammad, Pradah Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya, pada Selasa (19/11) sekitar pukul 11.00 WIB. Kasus ini diduga berkaitan dengan masalah ekonomi yang dihadapi korban.
Sebelum mengakhiri hidupnya, CL yang berasal dari Manado, dilaporkan sempat menghubungi orang tua dan saudara sepupunya untuk meminjam uang. Namun, ia tidak merinci alasan atau peruntukan uang tersebut, sehingga keluarganya tidak memberikan bantuan.
“Kami terkejut saat menerima pesan dari CL. Dia tidak menjelaskan apa-apa, jadi tidak ada yang bisa memberikan pinjaman,” kata salah satu saudara sepupunya.
Keluarga korban berusaha untuk membantu CL dengan menyarankan agar ia pulang ke Manado, namun CL menolak dan memilih untuk tetap di Surabaya. Ia berharap bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
Selama tinggal di Surabaya, CL bekerja di tempat perawatan hewan peliharaan dan tidak memiliki keluarga di daerah tersebut. Sehingga keluarganya tidak mengetahui detail tentang tempat tinggal dan pekerjaannya.
Setelah CL menghilang, keluarga merasa khawatir dan melaporkan kehilangan tersebut ke media. Penemuan jenazahnya dilakukan oleh pria yang bekerja sebagai pemotong rumput di lokasi kejadian. Ia langsung melaporkan keadaan tersebut kepada warga sekitar dan pihak kepolisian.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Dukuh Pakis, Ipda Balok, hasil pemeriksaan di lokasi kejadian menunjukkan bahwa korban murni bunuh diri tanpa tanda-tanda kekerasan.
Di tempat kejadian, petugas menemukan barang-barang milik CL, termasuk ponsel dan vapoor, serta sebuah surat wasiat yang berisi permintaan maaf kepada orang tua, saudara, dan semua yang pernah dikenalnya.
Pihak kepolisian telah menyampaikan bahwa penyebab pasti dari keputusan tragis ini masih dalam penyelidikan, tetapi masalah ekonomi tampaknya menjadi faktor utama. Keluarga berharap kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya dukungan emosional dan komunikasi dalam keluarga, khususnya saat seseorang menghadapi kesulitan.
Kasus ini telah menarik perhatian masyarakat, yang mengajak semua untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan orang-orang terdekat kita. (rus)
Editor : Lambertus Hurek