RADAR SURABAYA - Jelang natal dan tahun baru (Nataru), Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementrian Perhubungan (DJKA Kemenhub) melakukan sejumlah pemeriksaan pada sarana dan juga fasilitas milik KAI Daop 8 Surabaya. Pemeriksaan ini dilakukan selama lima hari.
Pemeriksaan kereta api meliputi kelaikan sarana kereta penumpang, hingga fasilitas penumpang baik di dalam kereta dan juga di stasiun wilayah KAI Daop 8 Surabaya.
Pemeriksaan sarana ini meliputi pengujian statis dan pengujian dinamis.
Adapun pengujian statis terdiri dari uji dimensi, ruang batas sarana, berat, pengereman, keretakan, beban, sirkulasi udara, temperatur, kebisingan, cahaya, dan kebocoran.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau sekaligus memeriksa kelaikan operasional KAI Daop 8 Surabaya, menjelang masa angkutan nataru 2024/2025.
Pada masa tersebut, penumpang di Daop 8 Surabaya diprediksi akan mengalami peningkatan yang signifikan.
“Pemeriksaan ini tentunya untuk melihat kembali secara detail apabila masih ditemukan sesuatu yang belum memenuhi SPM oleh DJKA Kemenhub, nantinya temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh jajaran KAI Daop 8 Surabaya,” kata Luqman, Senin (18/11).
Lebih lanjut Luqman menuturkan pemeriksaan kelaikan tetap perlu dilakukan oleh DJKA Kemenhub yang nantinya akan menilai kembali sesuai aturan Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 63 Tahun 2019 terdiri atas SPM di stasiun kereta api dan SPM dalam perjalanan.
Dalam penyelenggaraan SPM angkutan orang dengan kereta api baik di stasiun kereta api maupun dalam perjalanan, harus memenuhi enam aspek, yakni keselamatan,keamanan, kehandalan, kenyamanan, kemudahan, dan kesetaraan.
Oleh karena itu pihaknya memastikan akan memberikan keselamatan dan kenyamanan para pelanggan selama dalam di stasiun maupun dalam perjalanan kereta api, terutama pada masa angkutan Nataru 2024/2025.
"Keseluruhan sarana dan fasilitas tersebut wajib memenuhi persyaratan, dan apabila ada yang tidak terpenuhi, maka harus dilakukan perbaikan," ujarnya
Saat ini, KAI Daop 8 Surabaya memiliki 56 lokomotif, 424 kereta, dan 575 gerbong.
Sarana tersebut juga selalu dilakukan perawatan dan pemeriksaan rutin oleh petugas KAI di Depo wilayah Daop 8 Surabaya, antara lain Depo Lokomotif Surabaya Pasar Turi, Depo Kereta Surabaya Pasar Turi, Depo Lokomotif Sidotopo, Depo Kereta Sidotopo, Depo Gerbong Sidotopo, Depo Lokomotif Malang, Depo Kereta Malang
"Petugas yang melakukan pemeriksaan juga telah memiliki Sertifikat Kompetensi Tenaga Pemeriksa Sarana Kereta Api dari DJKA Kemenhub dan Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP) dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan KAI," terangnya.
Sementara itu, dari sisi fasilitas stasiun dilakukan pemeriksaan meliputi fasilitas seperti ruang tunggu, musholla, toilet, ruang laktasi, hingga fasilitas bagi pelanggan berkebutuhan khusus.
Semua aspek fasilitas stasiun tersebut, tambahnya, akan dilakukan pemeriksaan kelaikan untuk mendukung pelayanan yang optimal bagi penumpang KA.
"KAI akan terus mengutamakan keselamatan bagi pelanggan dan perjalanan KA dengan terus memberikan pelayanan terbaik," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari