Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kasus HIV/AIDS Melonjak, Dewan Desak Langkah Konkret Pemkot Surabaya

Dimas Mahendra • Senin, 18 November 2024 | 00:58 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS.
Ilustrasi HIV/AIDS.

RADAR SURABAYA – Kasus HIV/AIDS di Kota Surabaya menunjukkan peningkatan.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Agus Mashuri menyuarakan kekhawatiran terkait meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Pahlawan. Data terbaru menunjukkan adanya 243 kasus aktif yang terdeteksi dari Januari hingga Oktober 2024.

Yang lebih mengkhawatirkan, mayoritas penderita berada di usia produktif, rentang usia yang seharusnya menjadi pilar ekonomi dan sosial kota ini.

Agus mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama penyebab lonjakan kasus HIV/AIDS ini adalah penggunaan jarum suntik bersama dan perilaku seks bebas yang masih marak terjadi.

“Program edukasi mengenai HIV/AIDS harus ditingkatkan secara masif dan disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda. Kita tidak boleh menutup mata terhadap peningkatan kasus ini," kata dia.

Agus menekankan bahwa edukasi menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS.

Menurutnya, pemerintah kota harus lebih proaktif dalam menyebarkan informasi yang benar tentang bahaya HIV/AIDS, terutama kepada generasi muda yang rentan terhadap perilaku berisiko.

“Informasi yang tepat dan jelas mengenai HIV/AIDS harus disebarluaskan secara masif kepada masyarakat, terutama anak muda. Dengan pemahaman yang lebih baik, mereka dapat lebih waspada terhadap risiko tertular,” jelas Agus.

Lebih lanjut, ia mendesak adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, instansi kesehatan, komunitas, serta lembaga pendidikan.

Kolaborasi ini diperlukan untuk menciptakan pendekatan pencegahan yang lebih efektif.

“Kita perlu melibatkan berbagai pihak agar upaya pencegahan ini bisa menjangkau lebih banyak orang,” tambahnya.

Selain edukasi, Agus mendesak Pemerintah Kota Surabaya untuk mengambil langkah preventif yang lebih konkret.

Kampanye kesehatan yang lebih gencar serta peningkatan fasilitas layanan kesehatan menjadi hal yang sangat mendesak.

“Pemerintah harus mengambil langkah preventif yang nyata, baik melalui kampanye kesehatan maupun dengan menyediakan fasilitas yang mendukung. Kita tidak bisa hanya mengandalkan data, tetapi juga harus berupaya mencegah agar angka ini tidak semakin meningkat,” tegas legislator dari PPP ini.

Agus berharap, dengan adanya tindakan preventif yang lebih ketat dan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak, kasus HIV/AIDS di Surabaya bisa ditekan.

“Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, kami optimis angka penyebaran HIV/AIDS di Surabaya dapat ditekan. Kita harus bekerja sama untuk melindungi generasi muda dari ancaman virus ini," pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#kasus aktif #generasi muda #usia produktif #HAIV AIDS di Surabaya #pemkot surabaya #dprd surabaya