Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Polisi Masih Periksa Tiga Perempuan yang Dievakuasi dari Rumah Kosong di Sememi Surabaya

M. Mahrus • Sabtu, 16 November 2024 | 03:19 WIB
12 perempuan yang dievakuasi dari di rumah kosong di Sememi, Surabaya, mereka dijanjikan sebagai pemadu lagu.
12 perempuan yang dievakuasi dari di rumah kosong di Sememi, Surabaya, mereka dijanjikan sebagai pemadu lagu.

RADAR SURABAYA - Polisi masih memeriksa tiga orang perempuan dan seorang lelaki penjaga rumah yang diamankan dari rumah kosong di Jalan Sememi Jaya I, Benowo Surabaya. 

"Tiga orang wanita masih (diperiksa) didalami di Polsek dan juga seorang pria penjaga rumah," ujar Kapolsek Benowo Kompol Didik Sulistyo kepada Radar Surabaya, Jumat (15/11).

Didik melanjutkan, 12 perempuan yang ditemukan di dalam rumah Jalan Sememi Jaya I itu berawal dari laporan melalui voice note yang dikirim ke 112 dan 110.

Kemudian petugas kepolisian bersama Kecamatan Benowo dan Satpol PP mendatangi lokasi rumah. Namun lokasi rumah tersebut berada di sampingnya. 

"Itu saat didobrak mereka ada di beberapa kamar. Ada yang satu kamar empat orang lima orang," sebutnya.

Di dalam kamar tersebut, lanjut Didik, tidak ada laki-laki. Sebanyak 12 orang semua perempuan sudah dewasa.

Kebanyakan berasal dari luar Kota Surabaya. Ada yang dari Magelang dan Jakarta.

Mereka dijanjikan kerja sebagai ladies companion (LC) atau pemandu lagu dengan bayaran kerja 3 jam Rp 700 ribu. Namun belum dipekerjakan.

"Kalau ada indikasi pidana nanti saya koordinasi dengan PPA Polrestabes Surabaya. Nanti kalau engga ada pidananya kena tipiring," tandasnya.

Sebelumnya, sebanyak 12 perempuan dievakuasi oleh tim gabungan dari sebuah rumah kosong di Jalan Sememi Jaya 1, Kecamatan Benowo, Surabaya.

Tindakan evakuasi ini dilakukan setelah adanya laporan dari salah satu perempuan yang merasa tidak nyaman dan mengalami pembatasan hak beraktivitas melalui layanan Command Center (CC) 112 Surabaya.

Camat Benowo, Denny Christupel Tupamahu menyampaikan bahwa laporan pertama diterima oleh CC112 pada pukul 09.48 WIB.

“Dari laporan awal, pelapor menyebut dirinya dijanjikan akan menjadi pemandu lagu di rumah musik. Namun, kenyataannya ia tidak dipekerjakan sebagai pemandu lagu dan malah tinggal di rumah tersebut dengan aktivitas yang dibatasi,” kata Denny di Kantor Satpol PP Surabaya.

Setelah menerima laporan, tim gabungan yang terdiri dari Satpol Kecamatan Benowo, Polsek Benowo, dan Koramil Benowo segera mendatangi lokasi Wisma Atlantic Center yang disebutkan oleh pelapor. Namun, setibanya di sana, pelapor tidak ditemukan.

“Begitu sampai di lokasi, teman-teman masuk di situ dan ternyata dicari tidak ada. Kemudian saya koordinasi dengan CC112, saya tanyakan ini sudah dicari tidak ada, yang mana tempatnya itu,” ucapnya.

Berbekal arahan dari pelapor yang berkomunikasi langsung melalui telepon, tim kemudian diarahkan ke lokasi berbeda di sekitar Wisma Atlantic Center.

“Pelapor sempat kebingungan dengan lokasi tepatnya, sehingga kami harus berkoordinasi secara intensif untuk menemukan titik yang benar,” jelas Denny.

Setelah berusaha mengikuti petunjuk dari pelapor, tim akhirnya menemukan rumah yang dimaksud.

Denny, yang memimpin pencarian, mengetuk pintu menggunakan korek api sebagai isyarat.

Setelah dikonfirmasi oleh pelapor bahwa suara ketukan terdengar, tim mendorong pintu dan berhasil masuk ke dalam rumah tersebut. (rus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#pemandu lagu #surabaya #comand center #Satpol PP Surabaya #polsek benowo