RADAR SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini mengenai potensi kekeringan meteorologis dan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat pada awal November 2024. Data terbaru menunjukkan beberapa wilayah mengalami hari tanpa hujan (HTH) yang signifikan.
Di Jawa Timur, wilayah Kejayan dan Sanganom di Kabupaten Pasuruan mencatat HTH terlama, yaitu mencapai 149 hari, yang masuk dalam kategori panjang ekstrem. Sementara itu, pantauan citra satelit menunjukkan adanya beberapa titik panas di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
BMKG juga mencatat wilayah-wilayah dengan indeks kesesuaian iklim tinggi, yang berpotensi mengalami karhutla pada bulan ini, antara lain Sumatera Utara, Riau, dan beberapa wilayah di NTT. Risiko kebakaran di wilayah tersebut dinilai dalam kategori tinggi.
BMKG mengingatkan bahwa baru 28% wilayah Indonesia yang telah memasuki musim hujan. Dengan kondisi ini, masyarakat di wilayah berpotensi kekeringan dan kebakaran lahan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Beberapa langkah antisipatif yang disarankan antara lain:
1. Tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
2. Tidak membuang puntung rokok sembarangan.
3. Tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
4. Memastikan instalasi listrik aman dan terhindar dari risiko korsleting.
5. Menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai antisipasi jika terjadi kebakaran.
BMKG berharap masyarakat dapat mematuhi anjuran ini guna mencegah dampak negatif akibat kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan yang mungkin terjadi. (rek)
Editor : Lambertus Hurek