RADAR SURABAYA – Pada Minggu malam hingga pagi hari, 10 November 2024, cuaca Kota Surabaya diperkirakan akan berawan sebagian. Namun, setelah siang, langit akan cenderung cerah dengan awan yang bergabung dengan sinar matahari, disertai kemungkinan hujan ringan.
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 25°C hingga 35°C, dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, yakni antara 50 hingga 90 persen. Kelembapan yang mendekati 90 persen ini dapat membuat hawa terasa cukup sumuk.
Angin akan berhembus pelan pada malam hari, dengan kecepatan 1 hingga 7 km/jam. Sementara itu, siang hari diperkirakan angin akan bertiup lebih kencang, dengan kecepatan mencapai 24 km/jam dari arah timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim hujan di Surabaya akan dimulai pada dasarian pertama bulan November, lebih cepat dibandingkan tahun lalu. Tahun ini, fenomena La Nina diperkirakan akan terjadi, yang dapat meningkatkan curah hujan di atas normal.
Dengan adanya fenomena La Nina, BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Beberapa bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan angin puting beliung, berisiko terjadi dengan curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya.
Prakiraan cuaca hari ini di Surabaya diharapkan akurat, namun tetap ada kemungkinan penyimpangan. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk memantau pembaruan cuaca dari BMKG.
Menurut Prakirawan BMKG Juanda, Ari Pulung, fenomena La Nina berpotensi mempengaruhi cuaca di Indonesia, termasuk Surabaya. La Nina adalah anomali iklim global yang ditandai dengan suhu permukaan laut yang lebih dingin di Samudra Pasifik, yang dapat meningkatkan curah hujan di seluruh Indonesia.
Ari Pulung menjelaskan, "La Nina menyebabkan suhu laut yang lebih dingin, yang pada gilirannya meningkatkan curah hujan. Ini akan berdampak di seluruh Jawa Timur, termasuk Surabaya."
Meskipun saat ini La Nina berada pada level lemah, masyarakat tetap diminta untuk waspada, karena kondisi ini bisa berubah. "Tetap perlu perhatian, karena fenomena ini berpotensi menyebabkan bencana seperti banjir dan angin kencang," tambah Ari.
BMKG juga mencatat beberapa wilayah di Jawa Timur yang berpotensi terdampak bencana, seperti Bojonegoro dan Gresik, yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, masyarakat disarankan untuk merapikan pohon yang berisiko tumbang, membersihkan saluran air agar tidak tersumbat, serta selalu memeriksa pembaruan cuaca dari BMKG. Dengan adanya fenomena La Nina dan perkiraan curah hujan yang lebih tinggi, penting bagi kita semua untuk tetap siaga dan melakukan langkah pencegahan demi keselamatan bersama.
Editor : Lambertus Hurek