Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

DPRD Surabaya Desak Penguatan Pendidikan Karakter untuk Atasi Maraknya Kasus Bullying Verbal dan Cyber di Sekolah

Dimas Mahendra • Minggu, 10 November 2024 | 03:15 WIB
Ilustrasi cyber bullying.
Ilustrasi cyber bullying.
 
RADAR SURABAYA – Kasus bullying di kalangan pelajar Surabaya kini menjadi sorotan serius. Insiden yang kerap terjadi mencakup perundungan verbal dan cyberbullying yang memberikan dampak negatif pada kesehatan mental siswa.
 
Anggota DPRD Surabaya dari Komisi D, Johari Mustawan atau yang akrab disapa Bang Jo, menyatakan keprihatinannya atas situasi ini. Ia menekankan perlunya perhatian khusus dari semua pihak terkait.
 
Baca Juga: Berantas Rokok Ilegal, Ini yang Dilakukan Pemkot Surabaya dan Bea Cukai Sidoarjo
 
"Kita sangat prihatin dengan maraknya kasus bullying belakangan ini. Kondisi ini makin memprihatinkan karena tidak hanya terjadi antar teman sebaya, tetapi juga perilaku tidak hormat terhadap guru. Ini masalah yang sangat serius yang harus segera diatasi," kata Johari. 
 
Menurut Johari, solusi untuk mengatasi bullying tidak hanya bisa dilakukan di sekolah, tetapi juga harus melibatkan orang tua secara aktif. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter seharusnya dimulai dari rumah.
 
"Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak. Keterlibatan mereka dalam proses pendidikan sangat penting untuk membentuk karakter anak yang kuat," tegasnya.
 
Lebih lanjut, Bang Jo juga menyoroti pentingnya lingkungan yang kondusif sebagai pendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, kolaborasi dengan pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, dan seluruh stakeholder menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
 
"Jika kita melibatkan seluruh elemen masyarakat, kita bisa menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif untuk mencegah terjadinya bullying," lanjutnya.
 
Baca Juga: Berkat Ini Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Jatim Turun 30 Persen
 
Johari Mustawan yakin bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama untuk mencegah kasus bullying. Menurutnya, hal ini sudah diamanatkan oleh Pasal 31 ayat 3 UUD 1945 yang mengedepankan pentingnya akhlak dalam sistem pendidikan nasional.
 
"Pendidikan nasional kita diatur untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. Ini jelas disebutkan dalam konstitusi, dan harus kita wujudkan dalam dunia pendidikan," jelas Johari.
 
Ia menambahkan, kecerdasan akademik saja tidak cukup tanpa diiringi dengan pengembangan moral dan spiritual. Dalam konteks ini, Johari mendorong sekolah-sekolah untuk tidak hanya berfokus pada kurikulum formal, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk belajar nilai-nilai sosial dan kemasyarakatan.
 
"Selain kurikulum akademik, siswa perlu diberikan kegiatan yang mengasah moral dan kepedulian sosial. Ini sangat penting agar mereka bisa berkontribusi positif di masyarakat," paparnya.
 
Bang Jo juga mendorong sekolah-sekolah untuk merancang program-program sosial yang melibatkan siswa secara langsung. Hal ini bertujuan agar mereka lebih memahami pentingnya empati, toleransi, dan kerja sama.
 
Baca Juga: 10 Petak Rumah Bedeng Pekerja di Babatan Surabaya Ludes Terbakar, Ini Sebabnya
 
"Melalui pelatihan dan kegiatan sosial, siswa tidak hanya akan belajar teori, tetapi juga memahami langsung makna empati dan toleransi," pungkasnya. 
 
Dengan berbagai langkah strategis ini, Johari Mustawan berharap semua pihak dapat bekerja sama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat dan aman, sehingga kasus bullying bisa ditekan seminimal mungkin. (dim) 
Editor : Jay Wijayanto
#verbal #cyberbullying #perundungan di sekolah #bullying #Perundungan #dprd surabaya