RADAR SURABAYA – Pendidikan karakter bagi siswa tidak harus selalu formal dan kaku.
Beberapa guru kini memanfaatkan metode kreatif agar pembelajaran lebih menarik dan penuh makna. Tentu penerapannya tanpa membebani siswa atau orang tua.
Seperti yang dilakukan oleh seorang guru di SD negeri Surabaya yang baru-baru ini viral di media sosial.
Dalam melaksanakan penilaian harian mata pelajaran matematika, guru tersebut meminta siswanya mengenakan topeng.
Topeng yang dikenakan itu memiliki ragam bentuk yang berbeda-beda.
Tujuannya adalah menanamkan nilai kejujuran dengan cara yang menyenangkan.
Ide tersebut mendapat perhatian luas di dunia maya. Bahkan diapresiasi oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh.
Dia menyampaikan, metode kreatif ini adalah salah satu dari berbagai strategi pembelajaran yang telah dipersiapkan guru dalam mendukung proses belajar mengajar.
“Strategi-strategi ini sudah jelas standar dan ukurannya, jadi guru bisa menilainya,” kata Yusuf.
Penggunaan topeng ini, lanjut Yusuf, merupakan sarana untuk melatih karakter kejujuran.
Melalui pendekatan yang menarik, guru tersebut berharap siswa tidak lagi merasa takut atau tegang saat menghadapi mata pelajaran Matematika.
Lebih dari itu, siswa diajak untuk belajar memahami pentingnya kejujuran, sembari tetap menikmati proses pembelajaran.
“Guru tidak mewajibkan siswa membawa topeng khusus. Mereka bisa menggunakan topeng yang ada di rumah, atau tetap diperbolehkan mengikuti penilaian tanpa topeng,” terangnya.
Menurut Yusuf, topeng digunakan hanya di awal dan akhir sesi penilaian, sekitar 10 menit, sebagai simbol refleksi karakter, terutama kejujuran.
Pengalaman unik ini disambut gembira oleh para siswa yang merasa suasana kelas menjadi lebih menyenangkan dan kreatif.
Bahkan, hasil penilaian Matematika mereka menunjukkan perkembangan yang baik.
“Respons siswa beragam, ada yang senang, merasa lucu, dan hal ini menambah semangat mereka mengerjakan soal,” tambahnya.
Yusuf juga menekankan bahwa para guru di Surabaya memiliki kebebasan menggunakan media pembelajaran yang beragam untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman.
“Media pembelajaran bisa bervariasi, ada yang menggunakan topeng, boneka, wayang, atau alat bantu audio-visual. Tujuannya, agar siswa merasa senang dan lebih terlibat dalam proses belajar,” pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari