RADAR SURABAYA – Tim Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal sedang menyelidiki percobaan perampasan handphone (HP) yang terekam CCTV di depan tempat usaha fotokopi di Jalan Simomulyo I, Surabaya.
Kejadian tersebut melibatkan dua pelaku yang diduga membawa senjata tajam (sajam) untuk mengancam dua pemuda, Selasa (5/11/2024), sekitar pukul 01.38 WIB.
Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Zainur Rofik, mengungkapkan bahwa Tim Opsnal Reskrim langsung melakukan pengecekan lokasi dan meminta keterangan dari warga sekitar. "Kami akan terus memantau situasi di sekitar lokasi kejadian dan meningkatkan patroli malam untuk mencegah potensi kejahatan," katanya, Kamis (7/11/2024).
Meski korban, RD, yang nyaris menjadi sasaran perampasan, belum melapor secara resmi, pihak kepolisian telah mendapatkan informasi terkait insiden tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kejahatan jalanan yang kerap terjadi pada malam hari.
Aksi percobaan perampasan tersebut terekam dalam video berdurasi 17 detik yang kini beredar luas di media sosial. Dalam rekaman, terlihat dua pelaku mengendarai sepeda motor matik warna hitam. Pemuda yang dibonceng turun dan mendekati seorang pemuda yang sedang duduk di bangku depan toko fotokopi.
Pelaku yang mengenakan kaos kemudian mengeluarkan sajam dari balik pakaiannya dan mengancam korban. Namun, kedua korban yang ketakutan langsung berlari meninggalkan lokasi. Pelaku yang membawa sajam kemudian kembali membonceng motor dan meninggalkan tempat kejadian.
EP, salah satu teman korban, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, RD, yang merupakan karyawan di fotokopi setempat, berhasil melarikan diri dan menghindari perampasan HP. "HP-nya gagal dirampas karena korban sudah keburu lari menyelamatkan diri," ujar EP.
Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Zainur Rofik, menambahkan bahwa meskipun belum ada laporan resmi dari korban, pihaknya telah memantau dan mengkoordinasikan penyelidikan lebih lanjut. "Insiden ini sudah kami ketahui, dan kami terus bekerja untuk mengungkap pelakunya," ujarnya. (rus)
Editor : Lambertus Hurek